Jumat, 14 Februari 2014

Erupsi Gunung Kelud Vs. Penerbangan Yang Tertunda

Assalaamu'alaikum 

Hai apa kabar temans? Terus terang perasaan Pu hari ini sedang tak begitu baik. Pristiwa erupsi gunung kelud yang terjadi sejak semalam cukup membuat dan memberi tambahan emosi tak enak pada diri Pu saat ini. Bagaimana keadaan pengungsi saat ini, belum lagi korban yang berjatuhan. Bahkan kalo membaca di detik ada yang meninggal. Abu kelud membuat mereka sesak nafas. Di sini, pu masih baik-baik saja. Masih menjalani aktivitas seperti biasa. Tapi mereka? Sekolah libur, kantor juga libur, semua lebih baik di rumah saja dulu. Kalau mau keluar harus memakai masker.

Nah, ada lagi nih. Sejak seminggu ini mertua dan Umar anakku akan ke Surabaya. Mereka ke Surabaya untuk menjenguk istri adik iparku yang baru melahirkan seorang bayi perempuan. Umar diajak supaya Umar bisa merasakan naik pesawat. Maklum Umar belum pernah naik pesawat lagi sejak dulu umur 20 bulan dari Ternate ke Jakarta. Waktu saya balik dari penempatan pertama saya di Maluku Utara. 

Kata Umar, "Umar pengen naik pesawat lagi, kan Umar dulu masih kecil ketika naik pesawat."

Nenek mengatakan,"Nanti kalau nenek dan datuk ke Surabaya, menjenguk adik Naura, Umar ikut ya."

Dan mata Umar berbinar saat itu. Sejak kemarin dan kemarin lusa Umar senang sekali karena nenek mengabarkan akan berangkat ke Surabaya hari Jumat tanggal 14 Februari. Dari hari Rabu tanggal 12 Februari, saya sudah menyiapkan baju-baju dan perlengkapan Umar. Persiapannya dari Rabu karena baju dan perlengkapan Umar akan disatukan dengan koper nenek dan datuk. Hingga hari Kamis tanggal 13 Februari siang mama mertua menelponku dan mengingatkan untuk mempersiapkan segala sesuatu, baju yang dipakai umar ketika berangkat dan soal bangunin Umar jam 3 pagi. Kenapa jam 3 pagi? karena pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 6 pagi sehingga jam 4 pagi harus sudah berangkat dari rumah supaya jam 5 bisa sampai di bandara dan bisa check-in plus sholat subuh tanpa terburu-buru.

Ya sudah, saya mencoba bicara ke Umar untuk segera tidur pada malam Jumat supaya mudah dibangunin jam 3 pagi. Umar menurut. Bahkan ketika saya merapihkan buku-buku Umar dan Azkiya yang berserakan di kamar, saya melarangnya membantu merapihkan buku supaya bisa segera tidur saja. Pada malam jumat itu tanggal 13 Februari belum ada erupsi gunung kelud. Erupsi gunung kelud baru hampir tengah malam kan ya? Saya belum baca-baca berita dan browsing lagi. 

Pagi jam 3 pagi. Saya bangun tidur dan segera membangunkan Umar juga. Umar hanya ganti baju saja, supaya ga kedinginan. Pagi-pagi mandi kasian. Sudah deh, agak sulit lahya dibanguninnya. Pas ganti baju juga Umar masih sepet keliatannya. Matanya masih ngantuk pastinya. Biasanya kan dia bangun jam 5 pagi. Tapi begitu Umar diantarkan Abi ke rumah nenek, lalu setelah angkut-angkut koper dan bawaan lain ke mobil mereka pun ke bandara Soekarno Hatta. 

Udah tuh. Mereka berangkat jam 4 pagi. Jam 5 pagi suamiku udah pulang lagi dari bandara. Alhamdullillah pikirku. Saya juga dikirim video via Whatssapp dari mama mertua. Umar terlihat senang di ketika di ruang tunggu bandara dan ketika sholat di musholla ruang tunggu bandara. Saya ikut senang dong, dan membayangkan Umar pasti senang banget. Saya tinggal tunggu cerita Umar aja kan ketika pulang nanti. Umar paling seru kalo lagi cerita.

Tapi ternyata, saya mendapat kabar lagi kalo mereka batal berangkat. Penerbangan ke Surabaya ditutup. Penerbangan batal sehingga refund biayanya. Kata mertua sampe ngantri mengambil refund. Duuuh, saya ikut sedih deh. Dan terutama saya mikirin Umar. Tentu dia kecewa.

Di luar dugaan saya ternyata. Mertua bilang, "Umar gapapa put, kata Umar malahan ini bukan salah siapa-siapa, ini kan bencana alam. "

Duuh, alhamdullillah, anak umur 6,5 tahun itu sudah bisa diajak bicara ternyata. Saya cuma membayangkan dia ngambek aja dan drama-drama gitu. Tapi ternyata tidak! Ternyata dibalik kesedihan saya akan erupsi Gunung Kelud ada secercah kebahagiaan bagi saya. Ya, kebahagiaan akan sikap Umar tadi. Terimakasih ya sayang, insya Allah setelah bandara dibuka kembali akan segera berangkat ke Surabaya. Ok!

Itu aja temans, terimakasih ya udah dengerin curhatku. Hihi...

Wassalam

Pu

Daftar Isi

21 komentar:

Evi Sri Rezeki mengatakan...

Umar dewasa ya, Mbak :)

HM Zwan mengatakan...

Wah umar hebat ya....kl q dh gulung2 :)

ketty husnia mengatakan...

Hai Mba Pu..apa kabar, semoga selalu sehat. sesuatu yang di luar rencana memang tak terduga ya..seperti karakter Umar tadi, sudah besar dan pengertian terhadap peristiwa yang tak terharapkannya.

Muhammad Lutfi Hakim mengatakan...

Semoga para korban gunung kelud senantiasa diberi kesabaran.

Ione Nasition mengatakan...

duh, ikut terharu baca postingan ini. Umar sabar ya...nanti pasti ada saatnya umar bakal naik pesawat ^^

puteriamirillis mengatakan...

Dewasa sih nggak, cuman saat nanggapi kejadian ini dia bisa ngertiin vi.

puteriamirillis mengatakan...

@HM Zwan haha,masa sih tante hana? Umar kl ini pengertian han.

puteriamirillis mengatakan...

@ketty husnia Hai mbak ketty, surprise dg kehadiran mba nih. Apa kabar? Iya mbak, Alhamdulillah umar ga ngambek. Walaupun enaknya dah,kuatir bgt.

puteriamirillis mengatakan...

@Muhammad Lutfi Hakim amiiin. Iya pak kesabaran memudahkan segala kesulitan.

puteriamirillis mengatakan...

@Ione Nasition gapapa kok pak...

Muhammad Lutfi Hakim mengatakan...

Hahaha... Baru kali ini ada ibu-ibu memanggil saya dengan sebutan "Pak". Padahal foto yang saya pasang itu saat usia saya 21 tahun. Sepertinya harus cepat2 ganti foto nih, :)

puteriamirillis mengatakan...

Haha...maaf maaf ya lutfi...

Muhammad Lutfi Hakim mengatakan...

Gak papa, Mbak (atau Bu?). Teman-teman saya malah banyak yang manggil dengan sebutan "Mbah"

puteriamirillis mengatakan...

Apa aja, mak juga boleh...

wi3nd mengatakan...

waalaikum salam wr wb

ya put kelud memuntahkan isinya ..

wah umar anak yang cerdas ya,hasil didikan bunda dan ayahnya .. :)

New new mengatakan...

Dewasa banget anaknya mbak pu

puteriamirillis mengatakan...

Iya wiend, semoga cepat berakhir keludnya.
Alhamdulillah wiend.

puteriamirillis mengatakan...

@New new Alhamdulillah umar bisa ngerti nu.

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

jawaban Umar dewasa sekali

puteriamirillis mengatakan...

Iya mba, saya juga ga nyangka.

Obat Untuk Asam Lambung Tinggi mengatakan...

Semoga para pengungsi selalu diberikan kesehatan