Jumat, 02 Mei 2014

Menciptakan Kenangan Bersama Anak

Assalaamu'alaikum
Hai hai temans? Apa kabar? Maaf ya belum bisa banyak BW nih.  Tapi aku usahakan tetep BW setiap hari. Habis kalo ga membaca tulisan temen-temen blogger rasanya gimana gitchu. Ada yang kurang walaupun yah, perhari ga bisa maksimal membaca semua postingan di blog temen-temen. Maafkan ya.

Oya, Pu baru mendapat informasi baru dari temen Pu yang ikutan ngobrol tentang pendidikan anak bersama pembicara dari yayasan Kita dan Buah Hati bahwa salah satu hal penting dalam mendidik anak adalah menciptakan kenangan. Apa sih maksudnya?

Jadi begini. Coba kita bayangkan ketika nanti kita meninggal dunia, apa yang kamu inginkan dalam piiran anakmu saat berada di sebelah jenazahmu. Apakah perkataan, "Ibu memang baik tapi cerewet." atau "Ibuku baiiiik, pinter masak, masakannya enak-enak dan ibu selalu istimewa di hatiku." Hayo mau yang kesatu atau yang kedua dari dua pernyataan di atas?

Ehem...sebagai ibu normal sih ya tentu saja lebih ingiiiiiiiin (duuuuh pinggiiiin banget deh dikenang yang baik) disebut dengan pernyataan yang kedua. Atau mungkin bentuk pernyataan lainnya yang positif. Nah bagaimana tuh supaya anak kita membuat pernyataan yang positif itu???

Tentu saja dengan menciptakan kenangan baik bersama anak. memberi contoh terbaik kepada anak. Terutama anak golden age dengan usia di bawah 7 tahun ya. Dimana pada saat itu otak mereka seperti spons. Belum bisa membedakan yang baik maupun yang buruk sehingga apapun diserap oleh mereka. Mereka akan meniru. Setelah usia 7 tahun barulah mereka mampu membedakan yang baik dan yang buruk dan mereka akan sudah bisa menilai bagaimana kita dan sikap kita. Belum ketika anak dewasa dan sudah bisa memutuskan sendiri yang baik baginya. Jika kita bersikap tidak baik kepada mereka di masa ini maka ke depannya dan akhirnya ketika kita meninggal dunia, anak akan memiliki kenangan buruk bersama kita.

Astaghfirullah. Padahal orang tua adalah contoh dan role model pertama dan utama untuk anak-anak. Dan semua akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Dan menentukan apakah mereka akan mendoakan kita sebagai orangtua, dimana doa mereka akan membantu kita di kubur dan akhirat kelak.

So....????

Coba lakukan yang terbaik yuks temans. Sebelum kita menyesal. :)

Wassalam
Pu

http://puteriamirillis.blogspot.com/p/daftar-isi.html

6 komentar:

HM Zwan mengatakan...

saya bewe mbk hihi....
jadi inget alm abah mbk,sering diam2 diajak jalan terus mampir makan2 di warung soto langganannya. ^^

HM Zwan mengatakan...

saya bewe mbk hihi....
jadi inget alm abah mbk,sering diam2 diajak jalan terus mampir makan2 di warung soto langganannya. ^^

nunuw mengatakan...

Setidaknya tidak meninggalkan kenangan buruk ya mbak. Itu akan terus tinggal di benak anak

Elsawati Dewi mengatakan...

apalagi anak berusaia 5 tahun sedang masa-masa mudah menyerap informasi di sekitarnya, kalau orang tua menambahkan kenangan manis pasti akan selalu melekat di ingatannya :)

Beby Rischka mengatakan...

Waalaikumsalam..

Memang bener gitu ya Mbak Pu, aku juga ngeliat beberapa kejadian yang miris di TK sepupu ku. Masa di depan umum ibunya mau pukul sampe bunyi keras, anaknya diem aja sambil mandang ibunya. Ihik :'(

Nophi mengatakan...

Ohh gitu ya mbak, berarti gak boleh juga ya menuntut anak dibawah 7tahun untuk tahu mana yang salah dan benar, mungkin yang benar harus mengarahkan ya... Semoga selalu bisa memberikan yang terbaik yaa amin