Minggu, 21 Desember 2014

Puisi Sebutir Pasir

Assalamualaikum

Radar diri mulai mencari, disaat lama ia tenggelam...
Terpuruk, tak mengerti dan naif...

Menuruti maunya semua yang datang, hingga terseok-seok seakan pasir yang terbawa ombak.

Jauuuh, hilang, entah kemana tak kembali.

Di ujung daerah entah dimana, membentur karang, berpecah.

Butiran yang kecil, berpisahan, hingga sebutir pun yang tersisa kini.

Lentera cahaya bersinar di timur.
Satu butir itu tetap tak berdaya.
Hanya teronggok pasrah, sendiri.
Menunggu butiran lain datang menemani.

(Puteriamirillis, Desember 2014)

6 komentar:

Beby Rischka mengatakan...

Kesian butir pasirnya :(

danirachmat.com mengatakan...

Semoga sang butir segera mendapatkan kekuatan untuk berenang bersama arus kembali tanpa harus menunggu

Santi Dewi mengatakan...

sebutir pasir, sendirian dan kesepian :)

Ipah Kholipah mengatakan...

sebutir pasir kasian pasirnya kesepian ..

ketty husnia mengatakan...

sebutir pasir yang menyendiri..en Haiiii1 apa kabar Mba Pu? semoga sukses selalu menjelang akhir tahun dan sukses ngeblog lagi :)

Obat Kram Perut mengatakan...

Sangat berkesan sekali mas kunjungan saya kali ini ke blog Anda,,,