Senin, 25 April 2011

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Ini adalah buku yang sudah pernah kuulas disini dan karena mau ikutan give away nya Inge kita berbagi kuulas lagi deh buku ini...buku pertama dari Pakdhe...hehe...


sebuah buku yang indah, cover yang memikat dengan warna coklat dan hijau daun...^^
Ulasan buku yang kubuat adalah buku "Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin", judul yang indah, dimana penulisnya Tere Liye terinspirasi dari kalimat anonymous: 

The Falling Leaf Doesn't Hate The Wind yang dipopulerkan dalam film Jepang Zatoichi...

Hmmm...

Sebuah novel yang mengambil setting di lantai 2 sebuah toko buku terbesar di kota Depok, saat Depok sedang giat-giat pembangunan mal dan trade centre ketika itu. Saat-saat itu aku masih kuliah di Depok jadi ikut merasakan suasananya.

Tania sang tokoh utama berdiri di jendela lantai 2 toko buku memandang suasana jalan di bawah yang sedang hujan, Ia menyukai cara seperti itu menikmati hujan seperti dulu saat ia dan Dede adiknya diajak Danar , sang malaikat pengangkat derajat keluarganya yang sejak ditinggal ayah mereka hidup sangat pas-pas an,,tinggal hanya di rumah kardus. Danar yang begitu berhati emas, berawal dari kejadian di bus kota saat Tania dan adiknya mengasong kaki Tania yang terkena paku dan Danar memberikan saputangannya untuk menutupi luka Tania, sejak itulah cinta Tania pada Danar dimulai.

Memandangi Hujan dari lantai 2 toko buku itu dilakukan kini ketika Tania sudah kembali dari sekolah di Singapura, saat Danar sudah menikah dengan Ratna. Sejak pukul 20.00 hingga 20.50 saat toko buku itu tutup, dilanjutkan sampai pukul 21.17 dimana Tania menyetir pulang mobilnya.

Dalam alur pukul 20.00-21.17 tersebut Tania sedang mereka2 ulang dalam pikirannya semua kejadian yang ia alami semenjak masih mengasong bersama adiknya, Dede. Berkelabat semua dalam pikirannya. Saat ia bertemu dengan Danar yang membantu merubah hidup Tania, Ibunya dan Dede dimana Tania dan Dede bisa sekolah lagi dan ibunya bisa berjualan kue. Saat Tania mulai memendam perasaan pada Danar. Saat ibu Tania meninggal dunia. Saat Tania mendapatkan dan menjalani beasiswa sekolah di Singapura. Saat Danar menikah dengan Kak Ratna. Saat Tania cemburu dengan pernikahan Danar. Semuanya indah...^^

Percakapan-percakapan Tania dan Dede di dunia maya...berkelabat semua...saat-saat sehari sebelum Danar menikah dengan Ratna..yang so bad ternyata tak dicintainya...yang dicintainya hanya Tania sebenarnya...

Sebuah novel yang mengangkat tokoh anak belasan tahun yang mulai merasa suka dengan seseorang yang lebih tua jauh darinya, yang awalnya Tania pun tak mengerti perasaan apa itu...

Sebuah novel yang menceritakan tokoh Danar, yang bagai malaikat pengangkat derajat keluarga Tania. Dimana Tania dan Dede bisa sekolah lagi, ibu mereka bisa berjualan kue lagi...bahkan berkembang bisa membuat toko kue...namun Danar tak pernah jujur akan perasaannya pada Tania..mungkin dia berpikir Tania berjarak jauh usianya dari dirinya sehingga tak pantas rasanya...hingga ia menikahi Ratna.

Kejadian tak mengenakkan terjadi ketika Ratna bingung dengan sikap Danar, yang seringkali pergi tak jelas tujuan...yang ternyata ke tempat bekas rumah kardus, yang diceritakan berlokasi di arah taman-taman menuju kampus UI Depok. Hingga akhirnya semua jelas...setelah Tania pulang dari toko buku ia menjalankan mobilnya ke taman bekas pemukiman rumah-rumah kardus dan Tania bertemu Danar. Tania dan Danar bertengkar hebat. Semua terbuka di sana tentang perasaan mereka, dan satu yang diinginkan Tania, agar Danar kembali pada Ratna. Karena ia tak mau mengorbankan perasaan orang yang tak bersalah.Akhirnya Danar pun kembali pada Ratna.

Tentang kejujuran, tentang semangat berjuang meraih cita-cita, tentang kerelaan, dan tentang kesediaan bertanggungjawab akan pilihan sendiri.


Yang harus kita mengerti disini adalah lupakanlah semua perasaan masa lalu. Entah kepada seseorang yang pernah mengisi hati kita, jalanilah hidup dengan pasangan yang kita pilih untuk jadi pendamping hidup...

karena dialah yang telah menjalani hari-hari berat dengan kita, yang telah sanggup memahami kita yang aseli...


Jangan hiraukan perasaan akan masa lalu...^^


Membacanya aku senang...cerita yang indah...^^

Aku juga punya keinginan lain yaitu ingin membaca satu buku yaitu Buku Muhammad Leleki Penggenggam Hujan karya Tasaro GK. 
Alasan ingin membaca buku ini (mendapatkannya malah..) adalah karena judulnya begitu indah..tentang Muhammad lalu hujan...bikin penasaran sekali...apalagi blog ini rumah hujan jadi klop lah...aku suka pasti mudah-mudahan.


Diikutkan dalam kita berbagi yang diselenggarakan Cyber Dreamer (http://cyberdreambox.blogspot.com/2011/04/kita-berbagi.html)


ShoutMix chat widget

23 komentar:

Nova Miladyarti mengatakan...

Wah, aku suka banget karangan Tere Liye

oia, buku Tasaro yang Muhammad itu keren banget. meski tebal sih,hehhehe

julie mengatakan...

judulnya bagus diambil dari kalimat yang memang indah
aku sering denger ini buku put
tapi lom pernah baca hehehe

mauna mengatakan...

aku jg dapet buku dari pakdhe karangan tere liye, tp blm selesai aku baca

Asop mengatakan...

Nah, buku ini pernah saya lihat nangkring di togamas. Sempat saya lihat ringkasannya di sampul belakang, tapi gak jadi saya beli. :)

tutorial blog mengatakan...

kunjungan perdana, salam kenal, alangkah indahnya bila kita bisa bertukar link :)
dengan http://blog.umy.ac.id/tutorialblogging/
kalau bersedia saya sangat berterima kasih

Pakde Cholik mengatakan...

bagus kan ya novelnya.
semoga berjaya dlm kontes

Salam hangat dari Surabaya

ceritabudi mengatakan...

Tulisan Beliau memang sangt indah dan hidup banget isinya

sedjatee mengatakan...

judul bukunya memukau
terkadang judul fantastis menjadi daya tarik tersendiri untuk membaca..

sedj

Lozz Akbar mengatakan...

saya juga pingin baca Muhammad, lelaki penggenggam hujan Mbak...

sukses buat giveawaynya mbak

Inge / CyberDreamer mengatakan...

Terima kasih udah mengikuti "kita berbagi"

Semoga apa yang kita tuliskan selalu dapat memberikan manfaat tersendiri bagi pembaca dan juga berbagi ilmu melalui tulisan lebih digalakkan lagi ^^

bundamahes mengatakan...

saya sudah baca dan sudah mengulas juga di blog saia! :D

puteriamirillis mengatakan...

@Nova Miladyarti:iya saya juga suka tere liye nov...

puteriamirillis mengatakan...

@julie:betul kak..kalimatnya indah bgt...

puteriamirillis mengatakan...

@mauna:baca deh mbak..bagus....

puteriamirillis mengatakan...

@Asop:tunggu hadiah dari pakdhe aja,,hehe...

puteriamirillis mengatakan...

@tutorial blog:oke,,,

puteriamirillis mengatakan...

@Pakde Cholik:iya pakdhe bagus bgt bukunya..amiinn pakdhe...

puteriamirillis mengatakan...

@ceritabudi:iya bli,,,saya selalu suka..

puteriamirillis mengatakan...

@sedjatee:betul pak,,memikat hati banyak pembaca...

puteriamirillis mengatakan...

@Lozz Akbar:wah toss kita mas...

puteriamirillis mengatakan...

@Inge / CyberDreamer:tq ya nge,,,

puteriamirillis mengatakan...

@bundamahes:toss dulu bunda,,,

Mama Kinan mengatakan...

Haduh kemana saja saya :( tak pernah update buku buku bagus..begitu sibukkah saya sampai tak sempat membaca?? * ayoooooooo semangattttttt...