Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Mei 2020

Pembelajaran Jarak Jauh Karena Adanya Covid 19

Assalaamu'alaikum
Hai teman-teman semua, apa kabarnya nih???Whuaaa sudah lama sekali aku nggak update blog ini, 1000 tahun lamanya...
Sampe lupa gimana caranya nulis. Hehehe...Saking udah lamanya. Ga ada yang tahu kaan bahwa anak Pu udah empat. Jadi Pu agak-agak kerempongan gitu deh dengan aktivitas sehari-hari, ya kerja, ya urus anak, ya urus suami. Trus sejak bulan September 2019 yang lalu aku itu kuliah, ambil Magister Hukum di Fakultas Hukum UI di Salemba. Seneng aja bisa kuliah lagi, akhirnya setelah tahun 2005 Pu lulus kuliah di kampus yang sama.

Sedikit Perenungan Filsafat


1. Intro
Saya merasakan perang pemikiran yang luar biasa akan soal ini. Di satu sisi sebagai seorang Sarjana Hukum tentu saja pemikiran saya sangat positivis sekali, meskipun mungkin bisa saya atasi dengan pengetahuan saya soal filsafat hukum, yang kebetulan saya diberikan tugas makalah untuk membuat tema historical and antropological jurisprudence, dimana dalam pandangan secara umum adalah melihat sejarah perkembangan suatu masyarakat. Di sinilah seninya dalam memandang persoalan ini.
Saya pun juga mengawali pemikiran saya dengan bertanya kepada beberapa orang teman yang bukan Sarjana Hukum. Ada tanggapan dari dua orang teman, yang satu seorang dokter kecantikan, yang satu lagi seorang Ibu Rumah Tangga. Dan ternyata untuk persoalan kepercayaan ini mereka menanggapi dengan jawaban yang berbeda. Teman dokter mengatakan jika memang benar kepercayaannya ada dasarnya ya kenapa nggak. Asalkan bukan kepercayaannya yang tidak berdasar. Sedangkan teman yang seorang Ibu rumah tangga mengatakan bahwa terima saja aturan negara, walau tidak menjadi diri sendiri, kecuali kalau memang mau berusaha mendapatkan legitimasi.

Selasa, 07 Januari 2020

Foto-Foto Bareng Dosen dan Teman-Teman Magister Hukum Kenegaraan UI


Dengan Bapak Dr. Harsanto Nursadi, S.H., M.Si


Dinamika Partisipasi Masyarakat dan Peran Pers Dalam Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan


A. Latar Belakang Masalah
Komunikasi adalah modal kemanusiaan sejak zaman Nabi Adam AS.[1] Setiap manusia mempunyai mulut untuk berbicara, otak untuk berpikir dan hati untuk merasakan. Dikarenakan pikiran dan hati setiap manusia beragam maka terjadilah bermacam-macam pendapat, keinginan, dan tujuan-tujuan hidup. Hal tersebut adalah suatu hal yang lumrah dalam kehidupan umat manusia sebab tiada perbedaan menyebabkan kemanusiaan itu mati. Namun yang menjadi masalah justru apabila perbedaan itu menimbulkan perselisihan dan bahkan menimbulkan konflik. Apakah konflik adalah suatu kewajaran sebagaimana dinyatakan oleh Karl Marx[2] berabad yang lampau dalam teori konflik bahwa selama ada sekelompok manusia maka disitu akan muncul konflik? Sebuah pertanyaan yang sebenarnya tidak ingin mendapatkan jawaban “Ya,” namun kenyataannya itu yang terjadi di banyak kelompok manusia.

Pengaduan Konstitusional Pada Mahkamah Konstitusi


BAB I
PENDAHULUAN
A.          Latar Belakang
Demokrasi selalu menarik untuk dipebincangkan terutama pada saat sebuah negara sedang mengalami masa transisi menuju demokrasi yang  lebih sesuai dengan aspirasi seluruh rakyat Indonesia terutama setelah saya membuat tugas Ringkasan Dan Tanggapan Buku Hak Asasi Manusia Dalam Transisi Politik di Indonesia  mulai dipahami bahwa setiap negara yang telah melewati pemerintahan otoritarian dan memulai pemerintahan dengan sistem demokrasi akan melalui suatu fase transisi. Suatu fase yang sedang dilalui oleh Indonesia setelah reformasi. 

Pendidikan di Daerah Konflik dan Bencana


BAB I
PENDAHULUAN
A.          Latar Belakang
Pendidikan terutama di daerah rawan konflik dan rawan bencana selalu menjadi masalah pekerjaan rumah pemerintah yang tiada henti-hentinya. Letak geografis Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dan dikelilingi oleh lautan membuat negeri ini berpotensi dihantam banyak bencana alam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merekap data pristiwa bencana yang terjadi sepanjang bulan Januari sampai dengan bulan September tahun 2019 telah terjadi 2.829 kejadian bencana dengan 464 korban meninggal dan hilang, 1.826 korban luka, 5.075.783 mengungsi dan terdampak.[1] Sedangkan pada daerah rawan konflik seperti Aceh dan Papua yang memiliki luka masa lalu yang belum hilang menyisakan konflik berkepanjangan hingga saat ini. Seperti kejadian baru-baru ini di Wamena, hal-hal semacam itu berpengaruh besar pada keadaan psikologis masyarakat.[2] Menurut catatan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, dalam periode tahun 2001 warna kekerasan masih mengental di bumi Aceh, dan tercatat tidak kurang dari 2.325 kasus aksi kekerasan terhadap kemanusiaan telah terjadi. Kasus-kasus kekerasan yang dimaksud meliputi sekitar 1000 kasus pembunuhan, 683 kasus penyiksaan, 107 kasus penghilangan orang secara paksa, dan 535 kasus penangkapan dan penahanan secara sewenang-wenang.[3]

Makalah Kecil 1: Politik Hukum


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Demokrasi selalu menarik untuk diperbincangkan terutama pada saat sebuah negara sedang mengalami masa transisi menuju demokrasi yang  lebih sesuai dengan aspirasi seluruh rakyat Indonesia terutama setelah saya membuat tugas Ringkasan Dan Tanggapan Buku Hak Asasi Manusia Dalam Transisi Politik di Indonesia[1] mulai dipahami bahwa setiap negara yang telah melewati pemerintahan otoritarian dan memulai pemerintahan dengan sistem demokrasi akan melalui suatu fase transisi. Suatu fase yang sedang dilalui oleh Indonesia setelah reformasi. 

Ringkasan Dan Tanggapan Buku Hak Asasi Manusia Dalam Transisi Politik di Indonesia (halaman 97-246)


BAB II HAK ASASI MANUSIA DALAM TRANSISI POLITIK
B. Transisi Politik Menuju Demokrasi
1. Dari Otoritarianisme ke Demokrasi: Kemunculan Negara-Negara Demokrasi Baru
Semenjak tahun 1970-an, telah terdapat gelombang pasang yang nyata dari demokrasi-demokrasi baru yang masa lalunya bersifat otoriter dan totaliter. Dalam mendefinisikan suatu visi tentang masa depan bagi penduduknya, bagaimanapun mereka harus berekonsiliasi dengan warisan masa lalunya yang berupa pelanggaran-pelanggaran HAM yang ditinggalkan oleh rezim otoriternya yang baru berlalu. Menurut Samuel P. Huntington, dalam dua (hingga tiga) decade terakhir ini, kita melihat terjadinya revolusi politik yang luar biasa dimana transisi dari otoriarinisme menuju demokrasi telah terjadi di lebih 40 negara. Dalam beberapa kasus, termasuk di berbagai rezim militer, kelompok reformis menguat di dalam rezim otoriter dan mengambil inisiatif untuk mendorong transisi. Dalam kasus lainnya, transisi ini muncul dari negosiasi antara pemerintah dengan kelompok oposisi. Dan ada yang lahir dari digusurnya atau ambruknya rezim ototitarian. Dalam kasus yang sangat sedikit, ada intervensi Amerika Serikat dalam menjatuhkan kediktatoran dan menggantikannya dengan rezim yang dipilih rakyat.

Kamis, 21 Juli 2011

Peraturan Yang Melindungi Konsumen


Kasus Prita Mulya Sari masih hangat dalam ingatan kita. Bagaimana dalam keputusan kasasi Prita tetap dinyatakan bersalah. Walaupun upaya hukum Peninjauan Kembali masih bisa dilakukan.  Hanya karena Prita menyebarkan Email tentang ketidaksukaannya pada pelayanan sebuah Rumah Sakit. Bagaimana dengan kita? Pernahkah kita mengeluhkan hal yang hampir sama di blog kita masing-masing? Atau di media lain dunia maya ini?

Sabtu, 16 Juli 2011

Ilmu Hukum Itu Mempelajari Semua Hukum Kah???

Belajar Ilmu Hukum Itu mempelajari bidang apa Saja?

Halo sahabat sekalian bagaimana kabar pagi ini? Semoga baik-baik saja ya? Hari ini mudah-mudahan cuaca cukup cerah, semoga secerah hati di pagi ini.

Untuk kali ini saya akan membahas satu topik yang istimewa walaupun mungkin biasa saja karena sudah terlampau sering kita mendengar kata ini. Hukum...

Rabu, 13 Juli 2011

Mulai Menjadi Blawger

Teman-teman mulai hari ini insya Allah saya akan jadi blawger, ya menjadi seorang blogger yang banyak menulis artikel-artikel mengenai Hukum dan HAM, agak nyerempet ke politik, sosial, masyarakat. Saya akan tetap menuliskannya dengan gaya tulisan saya. Supaya teman-teman yang membaca tidak bosan. Saya sudah mulai jenuh menulis artikel pribadi di sini, biarlah blog saya meningkat ranahnya. Doakan saya ya, ini juga berkaitan dengan permintaan suami agar saya dapat menampilkan artikel yang sesuai saja dengan bidang saya. Walau sekali-kali saya juga akan tetap menulis puisi, atau artikel perjalanan ke suatu tempat atau pengalaman baru yang mungkin akan bermanfaat bagi sahabat semua.

Senin, 06 Juni 2011

Hukum, Biologi dan Bahasa Prancis

Saat ini aku ingin terbang ke masa lalu di masa SMU. Ketika itu saat kami pelajar kelas 3 diwajibkan (????) untuk memilih jurusan yang diinginkan ketika kuliah nanti.
Terus terang aku yang saat itu mengambil jurusan IPA tak merasa terlalu minat dengan jurusan IPA lain selain biologi. Aku merasa biologi lebih nyaman untuk dipelajari karena belajar tentang makhluk hidup, dan aku suka dengan guru biologi smp yang mengatakan bahwa tumbuhan itu sesungguhnya bisa bicara dan bisa merasa. Hmm menarik bukan??? walaupun aku belum paham benar maksudnya...

Lalu kemudian aku pun bingung mau milih pelajaran apa lagi ya??...hmm hukum menarik juga sepertinya..orang yang pintar hukum ga akan mudah dibohongi (off course i feel it now)^^. Setiap masalah di dunia ini baik dunia atau akhirat balik-baliknya ke hukum kan?? Apa hukumnya jika begini, bagaimana akibatnya jika begitu...yah inilah pelajaran dan jurusan yang aku minati. ditambah serial Alley mc beal yang menarik itu...hmm jadi pengacara bisa jago ngomong gitu...yah inilah yang kupilih...!!!

Kemudian aku bingung lagi...yah aku kan harus pilih IPC (ilmu pengetahuan campuran) harus memilih tiga jurusan, satu lagi apa ya???Hehe..entah kenapa yang kepikiran saat itu adalah Bahasa Prancis..kenapa??alasannya hanya satu, karena teman duduk saya ketika SMU jago bahasa Prancis, dia pernah tinggal di Prancis. Namanya Vidya Novita, dia mengajariku bahasa Prancis, a little..dan sekarang sudah saya lupa. Bahasa nya itu begitu dramatis...*aneh kayanya...dan aku suka...^^

Yah itulah pilihan jurusanku dulu ketika akan UMPTN...sederhana alasannya tetapi yang penting aku suka..tak perlu alasan berlebih dalam memilih,,apalagi kalo sampe cinta mati dan ga mau pindah ke jurusan lain jika ternyata tidak lulus. (alhamdullillah lulus...).

Hingga akhirnya aku lulus di jurusan hukum tak membuat kecintaanku pada jurusan lainnya pupus..meski kuakui kadang sedikit terlupakan...aku masih punya cita-cita kok untuk menyelami biologi dan bahasa Prancis walaupun tak melalui "sekolah", bukankah belajar itu tak harus lewat sekolah atau kuliah..belajar secara mandiri saja...setidaknya memperkaya pikiran dan pandangan diri akan ilmu lain di luar yang kita fokuskan. Karena belajar itu seumur hidup bagiku..sekolah hanya semacam caranya saja, sedangkan cara itu bisa bermacam-macam.

Bagaimana denganmu??

Jangan pernah pupuskan harapan kita untuk tetap belajar dan bercita-cita, karena cita-cita itu tak hanya milik anak kecil, atau anak sekolah, atau mahasiswa...ya..kita yang sudah dewasa pun masih berhak akan cita-cita, harapan, ambisi, keinginan, bahkan itulah yang menandakan kau masih hidup, sebelum kau mati. Bukan menandakan kau telah mati sebelum kau mati...*betapa mengerikannya ...

Ketika kau lihat anakmu bercita-cita..maka lihat dirimu sendiri apa cita-citamu??
karena cita-cita, dream mereka ada di tanganmu, tangan orang tua, pendidik, kakek nenek, om tante, bahkan pengasuh...

Karena itu..jangan hentikan cita-citamu itu...

Mario Teguh pernah mengatakan di akun Twitternya: Tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi, yang ada adalah upaya yang tak sesuai dengan cita-citamu.

So, dream...harus diupayakan, harus diimpikan dan dituliskan...ya tuliskan impianmu...hingga kau pun mampu mengupayakannya, apapun impian kita.

Menuliskan di secarik kertas atau karton besar-besar terus ditempel di kamar, ini saya lakukan dulu..sebelum saya menikah, ada 10 impian gila saya...^^ dan sekarang tidak perlu lagi lah seperti itu..cukup dicatat di note hp bagi impian-impian saya sekarang yang cenderung impian akan keluarga.

Dan kau akan lihat secarik kertas bertuliskan impian, atau karton itu dengan cita-citamu..akan memberi dampak luar biasa bagimu.^^

Salam sukses sahabat^^