Jumat, 16 Desember 2011

Air itu, Penting Banget!

Hijau Alamku, Lestari Airku! Dengan Konservasi Sumber Daya Air semua menjadi mungkin.

"Ah, kenapa sih air sudah semakin menipis saja. Kekeringan dimana-mana. Ironisnya banjir bandang pun seringkali terjadi", desah Wi.



"Yah, itu akibat dari tindakan manusianya juga sih Wi, penebangan hutan, pembangunan gedung di areal hijau, boros air. Macam-macam penyebabnya.", jawab Dey.

"Lalu apa yang harus kita lakukan?", tanya Wi.
"Semua bermula dari diri sendiri Wi. Hemat air, tanam pohon. Nah berhubung kita blogger, mari kita posting tulisan tentang konservasi sumber daya air di blog masing-masing. Itu saja dulu", kata Dey.
"Okelah, yuuuk!", seru Wi.

"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti. (QS.Al Baqoroh : 164)

Dia yang Maha Pencipta telah berfirman pada ayat diatas bahwa "Apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering)". Hal itu menunjukkan inilah air, yang dengannya bumi dihidupkan kembali setelah mati. Hal itu pun menunjukkan pentingnya air bagi kehidupan bumi. DIA memberi gratis pada manusia.


Ya, air memang sesuatu yang sejak dulu dapat kita pergunakan dengan gratis. Walaupun kita harus membayarnya itu pasti karena air tersebut telah diolah terlebih dahulu semisal oleh Perusahaan Air Minum dan Perusahaan Air Mineral jadi kita membayar jasa pengolahan air tersebut. Terlepas dari itu semua tetap saja air itu pada dasarnya  freely and as a gift  diberikan oleh Sang Maha Pencipta  kepada kita. Kita meminumnya setiap hari minimal 8 gelas per hari, dan apa akibatnya jika kita tidak bertemu air sehari saja, bisa dipastikan dehidrasi akan menyerang tubuh kita. Dan jika itu berlangsung selama seminggu berturut-turut maka bisa dipastikan kita akan mati sebelum masa seminggu itu habis. Hal itu menandakan bahwa air itu, penting banget!

Bagaimana tidak? Tubuh kita pun terdiri dari air bahkan mencapai 80% dari tubuh manusia dimana kandungan air pada otak mencapai 80% sedangkan kandungan air pada darah sekitar 90%. Jadi apabila air itu mencapai titik terakhirnya pada tubuh fungsi tubuh pun akan berjalan kurang baik. Cobalah buktikan, berolahragalah dengan semangat menggebu kemudian dilanjutkan dengan bekerja yang membutuhkan pikiran. Namun ada syaratnya yaitu diantara waktu berolahraga dan bekerja tersebut kamu tidak minum air setetespun. Apa yang terjadi? Dapatkah kamu berpikir dengan normal. Saya bisa memastikan jawabnya tidak. Manusia tidak dapat berpikir normal setelah kekurangan air pada tubuhnya. Untuk itu memang air itu, penting banget!

Sangat terasa adalah ketika musim kemarau panjang pada beberapa bulan yang lalu telah kita alami bersama, terutama bagi kita yang berada pada wilayah Jakarta. Air hujan lama kita nantikan, entah mengapa musim hujan tak kunjung datang. Warga merasa air sudah menipis di tanah. Syukurnya hujan itu akhirnya datang pula. Namun dapat kita perhatikan pada daerah lain di Indonesia bahwa diperkirakan ada sebanyak 87 zona musim lainnya di Indonesia diperkirakan mundur. Persentasenya 25,4 persen dari total 324 zona. Wilayah yang musim hujannya mundur antara lain Jawa (34 zona), Sumatera (24), Sulawesi (9), NTT (6), Kalimantan (5), Papua (4), NTB (3), dan Bali (2). Sembilan zona di Sulawesi misalnya, musim hujan baru mulai pada Maret, April, dan Mei 2012. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dalam rilisnya juga menyebutkan mulai 2015 nanti akan ada perubahan pola musim kemarau yang drastis.Kemarau yang lebih kering akan terjadi pada sebagian besar daerah-daerah di Pulau Jawa, khususnya di bagian selatan. Akan ada pengurangan curah hujan 10–20 persen. BMKG memerkirakan kondisi tersebut akan terus bertahan hingga 2039. Atau bisa dilihat di http://www.republika.co.id/berita/nasional/lingkungan/11/09/20/lrt5q5-jakarta-sudah-hujan-87-zona-mundur-musim-hujannya.

Ironisnya dan menjadi sangat menyedihkan adalah ketika musim hujan datang justru banjir yang terjadi. Hal itu disebabkan karena pembangunan pada areal hijau bertubi-tubi terjadi di Ibukota. Pengembang di sana-sini berupaya hanya untuk kepentingan bisnis dan uang semata. Seakan tak peduli pada lahan hijau demi tumbuhnya pohon-pohon yang berfungsi sebagai tempat peresapan air. Excavator dan buldozer dengan sepenuh hati mengolah tanah untuk kemudian dipergunakan sebagai penahan gedung-gedung bertingkat menjulang tinggi. Tak heran jika pembangunan gedung-gedung menjulang tinggi disebut sebagai salah satu tanda akhir jaman. Sebab tanah sudah difungsikan sedemikian beratnya, sehingga mengurangi fungsi utamanya sebagai tempat meresap air tanah. Apa daya jika hal ini terus menerus terjadi maka tidak mustahil anak cucu kita kelak akan merasakan kekeringan yang lebih daripada yang telah terjadi saat ini.

sekitar lingkungan rumahku.
Sangat bersyukur bagi mereka yang melakukan Konservasi Sumber Daya Air di lingkungannya. Diantaranya dengan menanam pohon, menghemat air, mengolah limbah cair rumah tangga, dan lain sebagainya. Di lingkungan sekitar rumah kami masih banyak pepohonan yang tumbuh sehingga hal tersebut baik sekali dalam upaya menahan air tanah agar dapat digunakan di saat kemarau tiba. Taman kota juga diupayakan tidak tergusur sehingga tanah dapat digunakan sebagai media penyerapan air dan penahanan air tanah.Hijau alamku, lestari airku!

sekitar lingkungan rumahku.
Untuk itu penting banget untuk melestarikan sumber daya air dengan melakukan konservasi sumber daya air. Tidak perlu berpikir terlalu rumit untuk konservasi sumber daya air ini. Kita bisa melakukan hal-hal sederhana. Diantaranya dengan menghemat air. Di rumah kami pun berupaya untuk dapat melakukan penghematan dalam menggunakan air. Diantaranya dengan menggunakan shower sebagai alat untuk mandi. Shower bisa menghemat intensitas air dibandingkan jika air ditampung di bak penampungan. Dengan pemakaian shower, air hanya digunakan sesuai keperluan dan terhindar dari luapan air yang dapat terkadi ketika kita mengisi bak air.

Tentu saja upaya menjaga anak-anak agar melakukan penghematan air penting juga dilakukan, karena biasanya anak-anak suka sekali main air. Bahkan suka sekali membuang-buang air. Kita perlu mengajarkan anak-anak sejak dini agar hemat dalam menggunakan air. Kami pun mengupayakan agar masih ada tanah kosong yang bisa digunakan untuk penyerapan air tanah. Kami tidak memberi semen seluruh halaman rumah kami. Selain tidak nyaman tentu saja dengan adanya sisa tanah membuat kami bisa menanam tanaman. Selain berguna untuk menahan air tanah juga sebagai paru-paru udara bagi kesegaran udara di rumah kami.Air itu memang penting banget!


Hijau Alamku, Lestari Airku! Mari galakkan Konservasi Sumber Daya Air di lingkungan kita.




http://lestariairku.dagdigdug.com





17 komentar:

jiah al jafara mengatakan...

semoga menang mb' Puuu~
air juga harus dihemat ^^

rasadurian mengatakan...

Air penting banget ibu, pernah seminggu PAM di rumah mati... .kalang kabut ambil air tiap hari dari masjid... .
Nice... .Semoga sukses ibu.... .

Obrolan Blogger.com mengatakan...

Nice Posting !
semoga menang ya, amiiiiin

tunsa mengatakan...

manusia tak bisa hidup tanpa air :D

^omman mengatakan...

Se7 banget ... Subhanallah ... sebagian besar tubuh kita terdiri dari cairan (air...) :P

Asep Saepurohman mengatakan...

wah tentang air.
semoga menang :)

Tarry KittyHolic mengatakan...

Katanya, manusia bisa hidup meskipun tidak makan. Tp manusia tidak bisa hidup kalo tak minum air. :)

Wah berati dengan membiarkan halaman bertanah malah bermanfaat ya mbak Pu?? Di kampung saya hanya rumah saya yg halamannya ga di paping. Kesannya ngirit padahal malah baik ya???

Yunda Hamasah mengatakan...

Penting banget Pu... asli penting, tak tergantikan ;)

Gudlak ya...

Lidya mengatakan...

banyak sekali lomba menulis ya bulan ini. semoga menang mbak

Ririe Khayan mengatakan...

SEringkali kita 'alpa' saat menggunakan air karena 'merasa' air itu gak beli. Jadi semau-maunya kalau membuka kran, bahkan kadang lupa matiin *ampun deh*. Saya juga lebih suka membiarkan jika sekitar rumah tetap alami (tidak ditutup semen/paving)...semoga tetap bisa mempunyai tempat tinggal yg berpekarangan 'alami' amiin.

Btw, semoga sukses ya Mbak

Untje van Wiebs mengatakan...

Yippie, penting banget :D :D
Keren lah air itu hehehe...

rusydi hikmawan mengatakan...

karena berlimpah, air seringkali dipakai tak hemat. tulisan yang mantap. mau ikutan ah

mardiyanto mengatakan...

air sumber kehidupan, ketidakpedulian kita terhadap lingkungan yang membuat air langka,dan kekeringan, semoga tulisannya menggugah semua tentang pentingnya menjaga keberadaan air sehat

HALAMAN PUTIH mengatakan...

Bukan persediaan air yang menipis tetapi manusianya yang tak bisa mengelola lingkungan dengan baik sehingga air menjadi sumber bencana.

prih mengatakan...

Hayoo Jeng Pu selamat menggiatkan konservasi air. Salam

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

tanpa air bisa gatal2 deh badan...secara di sunter dulu sering ga jalan air PAM nya.

muamdisini mengatakan...

wah..mba pu ikutan juga yaah...
sukses yah mba...