Kamis, 08 Desember 2011

Bermula Kadar Cinta 0%

Intinya Cinta !
# Mengapa harus Cinta?
* Karena jika tidak cinta itu namanya benci.



# Benci itu bukannya benar-benar Cinta?
* Ohhh iya ya! *tepok jidat.

Duluuu...
Aku tak mengerti apa itu cinta. Khususnya cinta terhadap lawan jenis. Benarkah cinta itu ada? Apa bedanya dengan suka, simpati, sayang? Cinta saat itu terpatri hanya dalam angan-angan. Aku menutup diri dari cinta. Aku hanya berpikir ketika ada sesuatu rasa di hati pasti itu bukan cinta. Tapi suka, simpati, sayang, dan lain sebagainya. Buat apa aku berpikir jauh-jauh akan cinta jika suka, simpati, sayang aja belum ada. Dan buat apa aku mencintai seseorang laki-laki lawan jenisku, jika Aku belum memiliki perjanjian apa-apa dengannya. Dalam arti belum menikah!


Sekarang...
Aku telah menikah, 5 tahun pernikahanku dan suami. Apakah lantas dengan menikah cinta itu tumbuh? Kukatakan ya. Cinta itu tumbuh dan berkembang dengan caranya sendiri. Cinta memasuki jiwa dan kami merasakan sebagai suatu ketenangan di dalam jiwa. Cinta yang lebih dari sekedar suka, simpati, sayang. Jika dua orang laki-laki dan perempuan bertemu dalam suatu pernikahan maka itulah yang terjadi. Cinta ya cinta!


Awalnya biasa...
Selanjutnya luar biasa. Sebagai seorang yang tak paham apa itu cinta tentu saja Aku terkagok-kagok dalam menjalani rumah tangga kami pada awalnya. Walaupun kami telah lama mengenal tapi Aku tak pernah dekat dengannya. Untuk itu yang utama adalah belajar mencintai. Lima tahun, ya lima tahun. Belajar mencintai selama 5 tahun dari titik kadar cinta 0% (kalau boleh lebay!). Tapi rasa itu luar biasa. Ketika aku egois atau gantian dia yang egois. Ketika aku mencoba perhatian namun ia tak merasa diperhatikan. Ketika dia mencoba memberi kebahagiaan namun aku tak mengerti. Ketika Aku mau jalan-jalan namun ia mau di rumah saja. Ugh!


Long Distance Romance
LDR pernah juga menghampiri, walau tak sampai 1 tahun. Sempat juga Aku cemburu saat LDR, karena dia jalan-jalan ama teman-temannya. Tanpa aku. Aku ngambek karena BT juga harus LDR. Tapi akhirnya Aku sadar, ga baik ah ngambek-ngambek ga jelas!

Ketika Kurasakan Cinta Itu...
Itu terjadi sejak awal menikah, namun berkembang besarannya dengan semakin jauh perjalanan kami. Tak selamanya cinta itu hanya cinta, kadang diselipi rasa cemburu baik dia atau aku, kadang rasa sebel, rasa emosi tinggi, pengen cemberut. Macam-macam deh! Tapi biarlah itu menjadi bagian dari cinta. Kata orang jika cinta itu melulu cinta maka cinta itu lama-lama akan terasa bosan. Setelan lain perlu ada namun kadarnya jangan melebihi separoh cinta. Setelah merasa cemburu aku justru merasakan cinta itu. Glek! Ya untuk kadar tertentu ternyata cemburu itu perlu ada.

Cinta Itu Butuh Salurannya...
Ketika rasa cinta di hati sudah bergejolak, namun tak ada penyaluran yang tepat. Maka siap-siap, si dia akan mendekati yang lain. Karena pada dasarnya cinta itu harus disalurkan. Ketika suatu saat kita mencintai orang lain selain pasangan kita maka ingatlah bahwa cinta itu butuh penyaluran dan itu pada pasangan kita. Bukan pada orang lain. Apalagi kalau ingat halal haram.

Yang Penting Setia...
Ketika Aku tanyakan pada suami seberapa besar cinta dia padaku lantas dia malah menjawab, "Yang penting setia Pu". Lalu dia bercerita bahwa pada suatu acara kantor pernah diledekin temen kantor ama sekretaris direktur, sigh! tapi dia tak bergeming. Hmm, dalam hati darah sudah mendidih, hihihi...

Jangan Malu Untuk Memulai...
Jika dia tak bergerak maka kita yang harus bergerak duluan, jangan ada gengsi diantara kita! hehehe...ini penting sebab jika sudah ada gengsi tanda pernikahan ada apa-apanya yang tak baik. Really! Jangan pernah merasa capek demi pasangan. Ini penting.

Akhirnya...
Bermula dari niat berumahtangga karena Allah, mencintai karena Allah, maka akhirnya adalah komitmen. Mereka yang tak bisa berkomitmen adalah mereka yang takkan mampu berumahtangga. Terlalu kejam pernyataanku namun itulah, Komitmen! Komitmen mencintai karena Allah. Karena suatu saat cinta bisa saja hilang tapi apakah dengan hilangnya cinta, dalam arti tak ada lagi deg-deg ser lalu komitmen juga hilang. Tentu tidak!

RESEP CINTA : Dari 0% menuju 100%
  1. Senantiasa bermohon pada Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang agar terus menerus dianugrahi cinta dari Nya dalam pernikahan kami (mawaddah);
  2. Selalu punya visi dan misi yang jelas dalam berkeluarga;
  3. Mencoba belajar memahami arti mencintai terus-menerus dan mencoba mengaplikasikan dalam kehidupan rumah tangga;
  4. Pasangan kita tentu bukan sesempurna Rasullullah atau setangguh Khadijah.Karena kita juga tak sehebat mereka;
  5. Setia! Beralih pada yang lain takkan menyelesaikan persoalan rumah tangga;
  6. We are grown up couple!
  7. Sesekali jalan hanya berdua, tanpa anak-anak. Terutama sehabis hujan turun. Hmm!
  8. Cinta itu ada di perut. Istri harus bisa masak untuk keluarga;
  9. Memiliki contoh real pasangan ideal;
  10. Jangan menyerah dalam menjalani segala proses dan kejadian dalam rumah tangga kita.
Untuk mbak Anies dan suami: Barokallahu laka wa baroka alaika wa jama'a bainakuma fii khoir. Semoga Allah memberkahi kalian dan tetap memberkahi kalian dan menyatukan kalian dalam kebaikan. Semangat selalu menempuh proses perjuangan cinta!
 Happy Anniversary ya mbak Anies dan Suami. Semoga pernikahan mbak dan suami langgeng selalu. Segera dikaruniai malaikat kecil (pinjem istilah Teh Orin), bahagia selamanya. amiin.


“Tulisan ini saya ikutsertakan di acara 5th Anniversary Giveaway: Ce.I.eN.Te.A yang diselenggarakan oleh zoothera



28 komentar:

Nia mengatakan...

wahhh resepnya ok punya mbak...trnyata sama-an yachh...awalnya dr 0% hehehe...

Kak Rin!!! mengatakan...

"8. Cinta itu ada di perut. Istri harus bisa masak untuk keluarga"

Ini yang paling penting buatku Hahaha :D

alaika abdullah mengatakan...

lengkap banget ulasannya mba, resepnya mantabs!

pernah LDR jg ternyata.... berat banget ya mba...

eh iya, sukses utk kontesnya yaaa....

Ririe Khayan mengatakan...

Banyak juga yg LDR ya? LDR ada under the same roof, semuanya kembali pada komitment bersama...grown up as couple...semangat LDR for happness forever

bunda kanaya mengatakan...

harus banyak belajar tentang cinta dari mba pu...

nh18 mengatakan...

Jangan Malu Untuk Memulai...
...

Ini bener banget ... simpel tapi kadang kala justru paling sering dilupakan ...

Merasa gengsi ...
Gengsi doonngg mosok aku yang mulai ... nanti dia ke ge-er an lagi ...

Yaelah ... udah nikah masiiiihhh aja jaga gengsi ... mau kemana bang ? ... mau kemana mpok ?

Hehehe ...

Salam saya Pu
Semoga sukses ya

melly mengatakan...

cintaaa berjuta rasanya..hehe
selamat untuk kebahagian cintanya mba..
dan semoga menang di kontes cintaaaa

Della mengatakan...

Aku mulai dari 0% nggak ya, soalnya aku dulu pakai pacaran, walaupun cuma 2 bulan terus langsung lamaran, hehehe..
No. 5 dan 7 setuju banget, tapi no. 8? Pu nyindir aku yaaaa.. hehehe..
Gudlak ya kontesnya, and may you have a blessed marriage, amin.. ^_^

N.B. Besok jadi kan? :D

muamdisini mengatakan...

wow...harus banyak belajar ini dari yang sudah berpengalaman kayak kak pu ini..
apalagi sudah pernah menjalani LDR...
sepertinya saya akan bernasib sama, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama..kecuali nanti akan ada kebaikan dari SDM di pusat tentang mutasi pegawai..hehehehe
:P

honeylizious mengatakan...

*bawa buku catetan*

Lyliana Thia mengatakan...

Setuju Puuu... lebih baik mulai dari 0% dan semakin berkembang... daripada mulai dengan cinta menggebu 100% tapi lama2 habis... mudah2an kita seperti yg pertama ya.. amin...

jalan berdua saja tanpa anak... how i missed those days... and really, emang perlu ya Pu... :-D

very nice article Pu... semoga menang ya,, ^_^

Ari mengatakan...

hmm...resepnya blm aku laksanakan. hehe..
aku mau ikutan, tapi blm punya ide..hehe

Obrolan Blogger.com mengatakan...

sebuah ulasan yang jujur dan aku suka dengan tulisan ini, mantab...
semoga kau menangkan giveaway

ketty husnia mengatakan...

ulasan yang komplit mbak Pu..
jadi mengerti awal mula kisah mbak Pu dan suami :)
gudlak kontesnya ya Mbak..semoga berhasil!

zoothera mengatakan...

Manggsstaphhh Pu'
Setia, tidak gengsi untuk memulai duluan, dan komitmen adalah poin-poin penting yang sangat-sangat aku setujui Pu' sbg pengikat tali rumah tangga untuk tetap pada tracknya. Resep-resepnya oke punya.. semoga juri cinta dari Surabaya berkenan dengan resepnya ya Pu'

Oiya, link resep cintanya sudah dimasukin ke list peserta yaaakk... :D

rusydi hikmawan mengatakan...

ya betul, visi dan misi sebelum berkeluarga lah yang bikin saya hampir gontok2an ama calon istri dulu, yang sekarang jadi istri sah saya setelah hampir empat tahun menikah. visi misi ini penting biar konsep berumah tangga itu jelas. dan tentu evaluasi harus tetep ada. kok ribet ya? sebenernya gak kok. karena komunikasi sebelum dan setelah berkeluarga tentu beda.

Yunda Hamasah mengatakan...

Ciamik Pu, keeereeeen...

Resepnys pas dihati enak dilidah, OK dech gudlak yaaaa...

nicamperenique mengatakan...

resepnya CINTA?
Gimana yaaa :D dari awal ga pake cinta tuh hahahaha

good luck kontesnya ya mba :)

umahnya fityanakifah mengatakan...

resep nya CINTA nya mantaB..., bermula dari o% dan terus bertambah
sukses ya

jiah al jafara mengatakan...

perjuangan yang keren banget...
dr 0-100 %....
salut mb'

Orin mengatakan...

eh? kok namaku disebut2?? qiqiqiqi

essip markosip Pu resepnyah, hrs banyak belajar dr Pu nih..

Asop mengatakan...

...kata orang, beda cinta dan benci itu tipis sekali lho...

Untje van Wiebs mengatakan...

*catet resepnya*
Hehehe...

Zulfadhli's Family mengatakan...

hehehe cinta dari 0%. Setuju bangeeettt Mba. Dan alhamdulillah ga pake lama cintaku pada Om Zul bisa jadi 100 % hehehe

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

dari 0% menuju 100% semoga akan terus diangka 100%

catatan kecilku mengatakan...

Tulisannya bagus.. selamat berkontes ya. Semoga menang.. :)

dmilano mengatakan...

Saleum,
CINTA itu luar biasa, bekerja dan berasimilasi dengan sendirinya, tanpa diminta tiada pula terduga....
kunjungi blog baruku mbak,
saleum dmilano

Doni mengatakan...

membina rumah tangga tanpa pacaran itulah yang sebenarnya... pacaran itu boleh tapi setelah menikah... good luck for GA nya...