Kamis, 15 Desember 2011

Book Review: Tinta Cinta Sitti Hawwa

 


Judul Buku : Tinta Cinta Sitti Hawwa
Penulis  : Della Firayama
Penerbit  : Zaman
Cetak  : Cetakan I, 2009
Harga : Rp20.720,00

Novel ini merupakan buku yang pas sekali untuk dibaca bagi mereka yang mengharapkan tema-tema aqidah namun tak mau dengan pembahasan yang berat. Sebuah pembahasan tentang realita akhir zaman yang telah dibahas dahulu oleh Rasullullah bahwa umat Islam akan pecah dalam 73 golongan sebagaimana Rasullullah telah bersabda sebagai berikut:

Rasulullah saw bersabda:
“Kaum (umat) Yahudi akan terpecah diantara mereka menjadi tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua golongan, dan kaum (umat) Nasrani akan terpecah diantara mereka menjadi tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua golongan. Dan umatku akan terpecah diantara mereka menjadi tujuh puluh tiga golongan” (Abu Daud, at-Tarmizi, al-Hakim, dan Ahmad adalah beberapa orang diantaranya yang merawikan hadits ini.).

Sitti Hawwa ditokohkan sebagai seorang perempuan yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng oleh Bunda. Ia sangat percaya bahwa di luar sana ada Adam untuknya. Della menuliskan,"Bukan Adam yang bikin jantungnya berdebar tidak karuan atau gagap bila bicara. Melainkan Adam yang akan membuatnya merasa nyaman membicarakan apapun, tanpa gagap, dan pada suatu detik yang menentukan, akan mengetuk pintu.

Hawwa pun bertemu dengan Adam nya yang ternyata merupakan seseorang dari masa yang lalu. Saat ia masih senang bertanya ini itu tentang apa dan mengapa. Della menuliskan, " Lelaki yang nama dan sosoknya pernah tenggelam ke dasar ingatan, tapi tak pernah benar-benar hilang. Lelaki yang berusia tujuh tahun lebih tua darinya dan selalu punya jawaban untuk setiap pertanyaan kekanakannya.

"Ada apa di ujung pelangi?"
"Kenapa ayam tak pelnah bisa telbang tinggi?"
"Apakah sulga juga jadi tempat kucingku pelgi setelah ia mati?"

Hingga kemudian muncul Malik, teman kecilnya. Hawwa yang sedang mencari jati dirinya tertarik dengan aliran yang dianut Malik dan setuju saat diajak bergabung. Namun ternyata aliran itu menunjukkan tanda ke arah yang sesat. Dimana aliran ini memiliki tujuan untuk mendirikan negara atas nama Islam, tapi penduduknya tidak menjalankan rukun Islam. Negara yang menghalalkan mencuri dan membunuh atas nama Tuhan. Ketika Hawwa memutuskan untuk pergi dari negara itu, ia diteror dan disekap di suatu tempat hingga menjadikannya nyaris gila.

Novel ini mengalir dengan berbagai kisah. Diselipi kisah cinta antara Adam dan Sitti Hawwa hingga akhirnya Hawwa mengetahui dari Adam bahwa ia sudah memiliki istri. Hawwa pergi meninggalkan Adam. Akhirnya jatuh cinta kepada Malik. Namun cinta Hawwa kepada Adam dan Malik dikejutkan oleh sesuatu yang memberi kesan bahwa "wahai perempuan jangan mudah mempercayai laki-laki". Dengan alur yang tak melulu searah namun manis disajikan oleh penulisnya.

Novel ini menarik sekali saya rasakan pada bagian akhir dimana kita disuguhkan kejutan yang tak terpikirkan sebelumnya. Dimana cinta itu absurd dan hanya cinta kepada Allah dan karena Allah yang abadi. Sebuah pembelajaran tanpa kesan menggurui. Membuat pori-pori ku merinding saat akhir membacanya. Namun memberi kesan mendalam akan pentingnya penanaman aqidah dan penjagaan diri bagi anak-anak kita. Agar tak mudah tersesat pada jalan yang salah.

Jika dikaitkan dengan diri, Saya pun pernah hampir terjebak pada suatu aliran yang menyimpang dalam Islam. Namun alhamdullillah Saya masih sadar ketika di awal dan tak sempat dibaiat. Ya Allah yang telah menjaga dan memberiku hidayah dan kesempatan untuk meninggalkan tempat itu dulu. Kutarik temanku sekencangnya. Alhamdullillah sifatku memang sedikit pemberontak untuk hal-hal yang ada kaitannya dengan aqidah. Alhamdullillah Mama dan Papa memberikan kami anak-anaknya bekal yang baik dalam beragama. Hal ini menjadi PR bagiku dan suami dalam hal mendidik anak-anak kami menempuh jalan kehidupan mereka yang amsih panjang.



Della Firayama bisa dikunjungi di http://diary-bububil.blogspot.com/





Daftar Isi



14 komentar:

Shine mengatakan...

bagus sepertinya bukunya. menarik... jadi tertarik untuk baca ^_^

Obrolan Blogger.com mengatakan...

sebuah buku yang bagus, mendidik anak memang bukan perkara mudah, dan kembali kepada akidah yaitu alqur'an dan hadits adalah langkah harus bagi ku untuk patokan keseharian ini.

Salam

Agam trueblue mengatakan...

jd penasaran mw baca euy :)

kakaakin mengatakan...

Wah... ada reviewnya disini ya...
Hmm... jadi penasaran pengen baca bukunya nih...

chopie mengatakan...

belum baca bukunya mbak =D

Andy mengatakan...

ntar aku liat2 dulu deh,kalau main ke Gramedia buat tahu lebih dalam sebelum membelinya,hehehe

jiah al jafara mengatakan...

menarik mb'....
gimana jadinya bila ngikut" aliran baru???

Ririe Khayan mengatakan...

Adam yang akan membuatnya merasa nyaman membicarakan apapun, tanpa gagap, dan pada suatu detik yang menentukan, akan mengetuk pintu....Love it this part, coba ahh besok hunting (setelah hunting Galaksi Kinanthi belum dapet juga neh)

Della mengatakan...

Puuuuuuuuuuu..
makasih banget ya review-nya ^O^
Suka suka sukaaaaaaaa..
Pantesan Pu sering menang lomba review buku ^____^

Honeylizious Rohani Syawaliah mengatakan...

apakah isinya sebagus reviewnya atau lebih bagus lagi? hmmmm

rasadurian mengatakan...

Buku baru lagi... .Ada versi digitalnya ?
hehehe... .dah jarang bawa buku secara fisik... .

lidya mengatakan...

untuk sementara baca reviewnya aja dulu disini ah :)
belum bisa baca bukunya

Untje van Wiebs mengatakan...

Hm, penasaran...
Itu kok pertanyaannya kayak cadel gitu mbak? o_O

Orin mengatakan...

Pinjem Puuuuuuuu