Selasa, 04 Juni 2013

Menemuimu

Kereta malam ini membawaku ke kota Surabaya, kota tempat kita pernah bertemu dulu. Saat kita masih berseragam putih abu-abu. Rambutku dikuncir dua, jambulmu seperti Elvis Presley. Kamu suka meciprati jambulmu dengan air supaya terlihat basah. Katamu itu keren. Kataku itu keren sih, tapi tidak cocok dengan mukamu yang bulat. Kamu punya cita-cita menjadi seorang Kapten. Kapten Bhirawa. Entah mengapa kamu mau menjadi kapten, tapi menurutku kamu tidak cocok jadi kapten. Kamu lebih cocok jadi pedagang saja karena ayahmu pedagang. Sedangkan aku punya cita-cita punya toko kue yang besar sekali. Katamu aku memang cocok punya toko kue karena ibuku adalah penjual kue. Kamu juga romantis, suka menulis surat cinta. Entah untuk siapa surat cinta itu kamu tujukan.


Selepas SMU aku pindah ke Jakarta. Ayahku dimutasi oleh instansinya ke ibukota. Air mata mengiringi perpisahan kita. Lebih tepatnya aku yang menangis, sedangkan kamu hanya mentertawakan tangisanku. Aku benci. Aku menerobos hujan yang deras saat itu dan meninggalkanmu seorang diri. Esoknya kamu datang ke rumahku, memberikan coklat kesukaanku dan sebuah kalung sebagai tanda pengikat persahabatan kita. Kamu juga menyelipkan sebuah surat cinta disana, kamu tulis di surat itu "I Love You and i can't live without you". Dan aku hanya tertawa terbahak-bahak saat itu. "Ha, kena kamu", kataku dalam hati.

Setengah jam lagi kereta ini sampai di Stasiun Kereta Api Pasar Turi, Surabaya. Kamu akan menjemputku. Aku bingung mengapa kamu tak ikut saja denganku ke Jakarta. Bukankah kamu akan mudah saja ke Jakarta. Tapi katamu, kamu tak suka ke Jakarta. Sudah lima tahun kita tak bertemu. Lima tahun yang lalu saat aku menghadiri pembukaan cabang toko kue di Surabaya. Kamu datang dengan seragam kaptenmu. Kamu tampak gagah Kapten Bhirawa.


Kereta berhenti tiba di kota Surabaya, aku pun keluar dari gerbong. Kamu memberikan senyum terbaikmu Kapten Bhirawa. Senyum yang selalu kurindukan. Senyum yang selalu kuimpikan. Senyum yang mampu membuatku tak tidur semalaman. Aku juga membawa surat cinta dan memakai kalung pemberianmu. Sebagai tanda aku selalu merindukanmu. Kamu mengajakku ke rumahmu. Kamu dan aku berjalan menuju sebuah tempat yang luas dan banyak gundukan tanah disana. Kamu pun masuk ke rumahmu, mengambil air melati dan menyuguhkannya untukku. TPU Babat Jerawat rumahmu dan aku masih disini menemuimu.


Baca juga daftar isi

23 komentar:

Shohibul Kontes FF Senandung Cinta mengatakan...

Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Flash Fiction Senandung Cinta.

Ikuti juga Kontes Unggulan Blog Review Saling Berhadapan di BlogCamp (http://abdulcholik.com)

Salam hangat dari Surabaya

Orin mengatakan...

waduh? kaget endingnya Pu :)

hana sugiharti mengatakan...

wah wahhh wahh seyemm

meutia rahmah mengatakan...

endingnya nendang po....sukses yah :)

Niken Kusumowardhani mengatakan...

merindiiing

Niken Kusumowardhani mengatakan...

merindiiing

puteriamirillis mengatakan...

@Shohibul Kontes FF Senandung Cintaterimakasih pakdhe...:)

puteriamirillis mengatakan...

@Orinalhamdullillah kalo kaget :)

puteriamirillis mengatakan...

@hana sugihartihihi..alhamdullillah kalo bisa bikin seyem :)

puteriamirillis mengatakan...

@meutia rahmahmakasih ya mbak :)

puteriamirillis mengatakan...

@Niken Kusumowardhani :) hihi...

wi3nd mengatakan...

kapten bhirawa?


singkat dan kena dengan aku dan kamu seperti kisahnya sang penuliss seolah olah **flash back :D


good luck

prih mengatakan...

Woo sapaan dari keabadian Jeng Pu.....

Heru Piss mengatakan...

Tak terduga,, penuh misteri.. mantappppppp

Evi Saja mengatakan...

Kesetiaan cinta yang manis. Tapi jalan ceritanya pedih :)

duniaely mengatakan...

good luck ya mbak buat kontesnya :)

na' mengatakan...

huhuhuhu sad ending :(, tapi ngetwist banget, dan saya kaget :D

Haya Nufus mengatakan...

Beneran 'can't live without you'? aduh serem ya...
Good luck buat kontesnya mbak

Lyliana Thia mengatakan...

hiks.. kenapa endingnya tragis gitu Pu?

kirain bakal happy ending hiks..

sukses kontesnya ya Pu :)

outbound malang outbounddimalang.com mengatakan...

ceritanya keren gan :)


http://www.nolimitadventure.com/

PakLek Aris mengatakan...

keren FFnya..
Salam Blogger,
Senandung Cinta Bidadari Kecil

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

keren mbak , agak-agak seram ya :)

IrmaSenja mengatakan...

Sukses ya mak dgn kontesnya :)