Selasa, 21 Januari 2014

Enggak Masalah Sih (tapi masalahnya)

Assalaamu'alaikum wr.wb
Hai temans? Hujan ga di tempat kamu. Wahhh..disini hujaaan dong. Hujan deras di jam 6 pagi itu memang sesuatu yaaa. Payung jadi digunain, yah setidaknya payung menjadi barang yang bermanfaat dan dicari-cari. Daripada teronggok tak berdaya di pojok ruangan. (Jarang kan naro payung di tengah ruangan).


Semalam baru baca surat dari pengungsi Sinabung untuk ibu ani yudhoyono yang bisa dibaca di sini. 
Menurut saya sih ya itu surat adalah cerminan jeritan hati penduduk Sinanbung waktu menghadapi kenyataan Presiden belum juga hadir di Sinabung untuk mereka. Jeritan hati yang wajar. Si penulis marah mengapa ibu ani masih juga instagram- an tapi seakan ga empati dengan  keadaan warga Sinabung. Yup, sebagai seorang wanita yang telah berumur 59 tahun, memang sudah sewajarnya beliau tidak lagi perlu bersusah payah mengunjungi korban sinabung, udah berumur gitu ya. Ibuku saja yang umurnya lebih muda sudah kelelahan untuk selalu berepot-repot meskipun cuma mikirin RW, secara bapak wakil ketua RW di lingkungannya. Lah ini mikirin negara.

Namun surat itu juga tidak salah, dan merupakan kata-kata yang jujur dituliskan untuk membangkitkan nurani ibu negara. Yah, sebagai ibu negara wajar dong harus bercapek-capek, itu yang ada di pikiran warga negara khususnya pengungsi Sinabung.  Enggak masalah sih (tapi masalahnya) itu yang ada di pikiran saya, seketika. Ga masalah sebagai ibu sudah berumur tidak perlu bercapek-capek mengurusi pengungsi Sinabung, tapi kaaan sebagai ibu negara itu salah satu jobdesk ibu Ani Yudhoyono walaupun ga tertulis yah minimal menyuruh, memaksa, ikut memikirkan, dan mendorong Bapak Presiden segera tanggap Sinabung dan segera ke sinabung.

Paradoks ya? di satu sisi usia tak memungkinkan, tapi di sisi lain "Yah udah jadi permasalahan umum kali kalo ibu negara itu memang repot". Ga ada tuh cerita cuma asyik-asyik instagram-an, twitter-an, facebook-an. Lah apa bedanya ama kita-kita rakyat jelata ini :) Dari situlah saya sendiri kepikiran untuk memilih Presiden nantinya adalah orang yang:
  1. Masih muda, dibawah 50 tahun.
  2. Bertubuh ramping atau paling enggak sehat.
  3. Cepat tanggap.
  4. Punya daya pikir yang oke punya.
  5. Yang kalo dikritik ga menolak.
Permasalahan negara ga cuma bencana. Ada kebutuhan lain dan segudang permasalahan. Karena itulah point 4 dan 5 juga penting. Itu aja. So, temans bagaimana pendapatmu?

Wassalam
Pu
http://puteriamirillis.blogspot.com/p/daftar-isi.html

13 komentar:

Vicky Laurentina mengatakan...

Terus saya bingung apa hubungannya syarat berbadan ramping dengan negara rawan bencana. Apakah kalau badannya nggak ramping maka nggak akan bisa tanggap bencana, gitu?

Hanna HM Zwan mengatakan...

hihi ibu negara sekarang lg heboh kayaknya ^^

Ranii Saputra mengatakan...

polemik bnget emg kalo udh ngmongin negara, hehe

Andy mengatakan...

kalau saya berfikir malah, percuma juga SBY kesana, malah jadi bikin repot, karena ritual dimana2 sebelum petinggi negara datang ke lokasi bencana, adalah bersih2, rapi2. Dan, kalau bagi yang mau bertanya ke pada Presiden juga, udah di setting konsep'a. Dan, pesimis juga sih, keadaan akan jauh lebih baik setelah Presiden datang

Sabda Awal mengatakan...

kalau menurut saya sih memang ngga masalah ibu negara dengan instagramnya.

Tho, kalau ibu aktif diinstagram bukan berarti beliau ngga acuh dengan negara.

Sabda Awal mengatakan...

kalau menurut saya sih memang ngga masalah ibu negara dengan instagramnya.

Tho, kalau ibu aktif diinstagram bukan berarti beliau ngga acuh dengan negara.

puteriamirillis mengatakan...

Iya sepakat mas

puteriamirillis mengatakan...

@Andy iya juga ya ndi...

puteriamirillis mengatakan...

@Ranii Saputra iya polemik banget ran

puteriamirillis mengatakan...

@Hanna HM Zwan heboh ya han...

puteriamirillis mengatakan...

@Vicky Laurentina maaf jadi bingung ya..tapi dlm pikiran sederhana kalo presiden ramping dan sehat jadi lebih gesit aja...

Obat Asma mengatakan...

setuju.. ! no 4 dan 5 memang penting.. kalau pun usia memang sudah menginjak 50 lebih, tapi kalau ia punya semangat muda dan mempunyai daya pikir yang tanggap dan bijak, apa salahnya ? pemimpin seperti itu memang diperlukan. Semoga saja permasalahan di negera ini setidaknya dapat berkurang dengan penyelesaian yang baik.

Ila mengatakan...

kalo dikritik ga menolak itu susah juga, mba pu. apalagi dengan beraneka ragam sudut pandang dan kepentingan. ya begitulah