Jumat, 28 Februari 2014

Hang In There!

Assalaamu'alaikum
Hai-hai, apa kabar??? Waaah Jumat Sore. Asyik besok libur! Apa rencanamu weekend besok temans?
 
Sudah sejauh ini kita melewati februari di tahun ini, banyak kejadian di dua bulan ini. Seneng, sedih, takut, semua ada. Namun ada hal yang membuat kita mampu. Hang in there! Bertahanlah!

Bertahan, itu ga mudah loh. Dan bertahan itu istimewa dengan segala kelebihan yang terdapat pada kata itu ya. Kata itu yang diucapkan oleh Dolittle di J-series Juui Dolittle.Tentu dengan bahasa Jepang ya. Dimana Dolittle yang seorang dokter hewan yang idealis dalam arti tetap teguh dengan janji seorang dokter hewan untuk mengabdi menyelamatkan nyawa hewan-hewan. 

Ada satu scene dimana Dolittle akhirnya melakukan operasi seekor anjing liar. Anjing liar itu sudah sekarat. Ia berusaha keras sekali untuk bisa menyelamatkan nyawa hewan itu. Dalam ekspresi yang ditunjukkan terlihat sekali ia adalah seorang dokter hewan yang memiliki dedikasi sempurna. Hang in there! Hang in there!

Ia berteriak, memberikan nafas buatan dengan alat. Memberi alat kejang, dan semua memakai peralatan modern. Jepang memang hebat dalam teknologi, klinik kecil dokter hewan saja peralatannya sudah seperti rumah sakit internasional di Jakarta. 

Bertahan! Dengan apapun pilihan hidup yang kita pilih. Bertahan, walaupun mungkin akan ada banyak orang nyinyir dengan kehidupan kita. Akan ada banyak orang bertanya akan pilihan kita. Atau akan ada banyak yang kepoooo banget dengan segala pilihan kita!

Di film ini ada scene juga dimana Dolittle diajak oleh temannya untuk ikut dengan pilihan si teman itu. Ikut dalam proyeknya profesor. Bekerja di rumah sakit yang terkenal. Tapi si Dolittle tetap dalam pilihannya. Ia ingin mengabdi pada klinik pribadinya saja, dimana dia bisa menjalankan idealismenya dengan sesungguhnya. Dan dia tak bisa dipaksa dengan iming-iming apapun juga. Walaupun sih ya, klinik pribadinya itu juga tidak murah dalam memberikan harga :) dokter hewan juga bisnis.

Sebenarnya sih ya, setiap pilihan itu adalah kemerdekaan bagi tiap kita sebagai manusia. Bisa kebayang ga sih kalo setiap hal dari diri kita itu diatur. Seperti robot saja deh, otoritas ya terbatasi. Tak punya kehendak dan mati kreativitas. Lagian tidak semua hal bisa cocok untuk setiap manusia. Masing-masih kita punya hmm semacam, bukan hati nurani sih tapiii..hmm apa tuh ya. Semacam sebuah geliat dalam diri yang memberi dia kesimpulan terhadap dirinya sendiri yeah ini yang gue mau, semacam passion. Tapi passion lebih cenderung dibahasakan ke hobby atau pekerjaan. Nah kalo ini yang lebih dalam dari passion. Whatever you can say it.


Btw, saya sedang mencoba untuk hang in there dengan fiksi nih. Ini semua sebenarnya baru aja muncul lagi. Setelah sekian lama terpendam jauh di dasar hati yang nggak begitu dalam sebenarnya tapi agak susah untuk diambil. Adalah orin yang suka nyemangatin tiap kali gue baru insaf untuk ngefiksi dengan, "pu kembali berfiksi ria." seperti itu kira-kira ya. Yang saya salut dari dia adalah konsistensinya untuk ngefiksi dan it makes me hang in there now to be involved with fictions thing.

And, she got it. Little stories, antologi bersama 4 penulis lain yang cakep baik orangnya maupun karyanya. Dari sejak 3 tahun yang lalu dia sudah bertanya-tanya apa yang menyebabkan tetap menulis, nanyanya bukan ama saya sih. Tapi itu ngebuktiin kalo dia udah nyiapin semua dah lama. Latihan dan latihan.

Daaan, saya pun akhirnya menyadari itu sekarang, hehe.

Yah begitu deh, hihi..nyambung ga ya? 
Hang in there deh temans...:)

Wassalam
Pu

http://puteriamirillis.blogspot.com/p/daftar-isi.html

14 komentar:

ketty husnia mengatakan...

Hang in there Mba Pu..tetap nge-fiksi meski sibuk dg keluarga dan kerjaan..ayo..pasti bisa! :)

Beby Rischka mengatakan...

Well.. Semua tentang pilihan ya, Mbak.. Semoga sukses cerita fiksinya ^^

danirachmat.com mengatakan...

Orin memang luar biasa konsistensinya mba Pu.

Lusi mengatakan...

Owwww... aku termasuk yg bosenan & kalau sudah bosen gampang banget banting stir, cari kegiatan yg bena2 beda, gak sampai tujuan terus. Gimana itu ya?

Blogs Of Hariyanto mengatakan...

saya belum pernah nonton film Juui Dolittle...sepertinya menarik..,
namun, apapun pilihan kita,bila itu untuk bertahan agar hidup menjadi lebih baik...saya itu itu adalah hal yang patut dicoba.....keep happy blogging always,,,,salam dari Makassar :-)

puteriamirillis mengatakan...

Siyaaap mb ketty :)

puteriamirillis mengatakan...

@Beby Rischka iya beb, amin, harus sering latihan beb.

puteriamirillis mengatakan...

Bener dan, sudah lama konsistensinya itu :)

puteriamirillis mengatakan...

@Lusi jangan banting stir mak, nanti ngelindes kucing :p

puteriamirillis mengatakan...

@Blogs Of Hariyanto film ini menarik pak, dan mengajarkan kita mencintai binatanglebih dari sebelumnya.

Keke Naima mengatakan...

ayo mulai semangat dan konsisten lagi ngefiksinya :D

Idah Ceris mengatakan...

Uhuuuy. . .
Semoga bisa mulai ngefiksi lagii dg senang, Mba Pu. Bertahanlah!. Ahahhaah

puteriamirillis mengatakan...

Iya mb :) makasiya.

puteriamirillis mengatakan...

@Idah Cerisya, bertahanlah!