Selasa, 15 Maret 2011

Bagaimana jika pasangan kita meninggal??

Kawan..bagaimana jika pasangan kita ternyata mendahului kita ?? meninggal di saat kita berada dalam puncak-puncak cinta dengan dia, di saat keluarga yang baru kita bentuk sedang siap menanjak menuju pegunungan bahagia??Betapa menyedihkan..di saat anak-anak masih kecil-kecil apalagi jika memang penghasilan keluarga adalah hanya dari dia.

Kejadian ini pernah dialami oleh nenekku sendiri. Saat itu beliau berusia hampir 30 tahun dan kakek meninggal, dengan kondisi memiliki anak-anak 5 orang dengan rentang usia 2 tahun sampai SD kelas 5. Di saat nenek sendiri sedang melanjutkan kuliah sambil mengajar, beliau adalah guru. Saya membayangkan saja sudah ikut merasakan...bagaimana kehilangannya dia dengan suaminya. Akhirnya karena kurang biaya dan tidak sanggup mengasuh anak seorang diri nenek pun menitipkan 3 anak ke saudara, nenek sendiri bersama 2 anak nomor 1 dan nomor 3. Kalau dari cerita nenek sudah ga kebayang deh sedihnya, tapi hidup harus dilanjutkan bukan???betapa sedihnya harus merelakan 3 anak diasuh oleh saudara, tapi hanya diasuh bukan diangkat anak jadi tetep saja 3 anak nya itu tau bahwa nenek adalah ibu mereka, mereka yang tak lain adalah kakak dan adik dari bapakku, bapakku sendiri diasuh oleh nenek. Nenek ini adalah nenek sambung karena beliau adalah ibu dari bapak sambungku.

Ada lagi cerita dari teman suami yang baru menikah 1 tahun namun meninggal beberapa hari setelah dia melahirkan anak perempuannya. Betapa sedih melihat anak bayi masih merah harus kehilangan ibundanya,,dan tentu kehilangan asi. Betapa tahun lalu baru melihat pernikahan kawan suami itu dan sekarang malah menyaksikan jenazahnya. Suami nya tentu sedih dan merasa kuatir bagaimana harus mengurus anak mereka, yang alhamdullilah bisa diurus neneknya.

Aku sendiri tak tahu bagaimana jika suatu saat harus kehilangan pasangan, atau bagaimana jika pasangan yang justru kehilangan aku..hiks sedih ya rasanya..

Namun aku sendiri sudah mengatakan pada suami nbahwa menikahlah lagi jika aku sudah tiada, bukan masalah cemburu atau apa, tapi anak-anak butuh ibu untuk pertumbuhan mereka. Jika aku yang ditinggal suami, rasanya aku tidak akan sanggup menikah lagi,,itu juga perasaanku saat ini ya.

Bagaiamanapun hidup kita adalah di tangan maha pencipta, kita tak tahu kapan maut menjemput, walaupun aku tak bisa setegar itu ketika harus kehilangan tetep aja mewek...

Kasih...

Jika kau dan aku harus pergi mendahului..

maka satu aku pinta..

jagalah cinta kita, jangan pernah mencampakkan keberadaanku,,,

ingatlah aku selalu dalam relung hatimu terdalam...

walau mungkin kau sudah ada pasangan baru..

jagalah selalu buah hati kita...

selalu...

(Puteriamirillis, Maret 2011)


ShoutMix chat widget

7 komentar:

julie mengatakan...

duhh sedihnya membaca ini puteri
jangankan saat berada dalam masa2 saat anak masih kecil,
alm ayahku tak kuat ditinggal ibuku pergi, kami semua sudah dewasa dan mereka tinggal berdua saja
di saat seperti itu pun mereka sangat saling membutuhkan
ayahku menyusul ibuku tak sampai setahun sesudahnya

kehilangan adalah hal yang paling menyakitkan
namun kita harus selalu siap untuk setiap kehilangan karena segala yagn ada di dunia ini tersedia oleh Tuhan untuk dipinjamkan :)

fitrimelinda mengatakan...

ga kebayang deh mbak gimana sedihnya..hhuhuhu..ditinggal pacar aja sedihnya minta ampun..apa lagi ditinggal pasangan.. :(

maseko cahyo mengatakan...

kehilangan orang tersayang.. apalagi d depan mata kita.. di dalam pelukan kita..
meninggalkan putri satu2nya yg masih 17 bulan..

semoga allah selalu menyayangi istriku..

mauna mengatakan...

iya mbak, tulisan ini terpikirkan olehku sejak beberapa bulan lalu.
Sedih memang, tapi kita memang harus siap ditinggalkan ataupun meninggalkan... .

bundamahes mengatakan...

Ah.. saya pernah dan sering membayangkan kondisi seperti ini, dan hasilnya??? nangis bombay! :cry:

apapun yang terjadi, saya yakin bahwa itulah yang terbaik menurut Allah dan semoga perpisahan di dunia ini dapat menjadi awal sebuah pertemuan yang indah di akhirat nanti, amiin!

dey mengatakan...

saya gak berani ngebayanginnya mbak, biar ngalir apa adanya aja ..

Nandini mengatakan...

perasaan yang luar biasa.. :)