Senin, 20 Juni 2011

Tulisan Kenangan: Sahabatku Suherlina

Pada postingan sebelumnya di sini saya telah mengungkapkan perasaan hati mengharu biru dengan berpulangnya sahabatku, Suherlina. Betapa kemarin saat saya ke makam nya sungguh perasaan hati ingin membuncah seketika, bagaimana tidak seseorang yang pernah mengisi hari-hari bersama telah berpulang terlebih dahulu. 

Di FB nya, sahabatku itu memiliki beberapa note yang manis untuk dibaca kembali. Bukankah sebuah tulisan akan lebih terasa apabila si penulis telah tiada (itu menurut saya). Tulisan penuh makna yang layak dibaca.
  1. menunggu
  2. Ancaman Sex Bebas Bagi Remaja
  3. Pisahkan Masalahku Atau Masalahmu
  4. Menjadi Penulis Tak Lagi Sekedar Mimpi
"Makna sebuah tulisan, umurnya tak mengenal umur si penulis. Bahkan ketika penulis telah tiada makna itu tetap ada di hati siapapun yang membacanya..." (Puteriamirillis, Juni 2011)

10 komentar:

Mama Calvin mengatakan...

saya baca tulisannya ya

puteriamirillis mengatakan...

@Mama Calvin:silahkan mbak..^^

R. Indra Kusuma Sejati mengatakan...

Tulisan merupakan hasil karya yang bermakna dan tidak akan pernah habis termakan oleh waktu Mba. Semoga apa yang menjadi harapan shabatnya akan tertularkan kepada para pembacanya.

Sukses selalu
Salam
Ejwantah's Blog

pendarbintang mengatakan...

Pingin peluk Mbak Poet.....

semoga Mbak Suherlina mendapatkan yang terbaik :)

Mau baca juga tulisannya....

ientanainie mengatakan...

baru berkunjung mbk........... lam kenal ya... trt berbela sungkawa ya mbk.. semoga beliau ditrima disisiNya. amien.......

mamah Aline mengatakan...

tulisan yang pernah dibuat seseorang bernilai abadi, seperti penulis lain yang membuat mahakarya sepanjang masa lewat berbagai tulisan bermutu yang terus dibaca generasi berikutnya, semoga mbak suherlina mendapat tempat yang layak disisiNya. amin..

Mama Kinan mengatakan...

Mbak putri, turut berbelasungkawa yah mbak...:( waktu itu saya lihat di status mbak putri. Semoga amal ibadah sahabat mbak putri diterima Allah SWT, diberikan tempat yang terbaik sesuai dengan amal ibadanya *amien

dede6699 mengatakan...

ikut sedih..semoga beliau diberi ketenangan jg yg dtngglknnya..aamiin

Budy mengatakan...

Ya ampun, semoga amal ibadahnya diterima.

"Makna sebuah tulisan, umurnya tak mengenal umur si penulis. Bahkan ketika penulis telah tiada makna itu tetap ada di hati siapapun yang membacanya..."

Iya benar, saya setuju..

DewiFatma mengatakan...

Sesuatu/seseorang akan terasa lebih berarti ketika dia sudah tak lagi disisi.

Turut berduka ya, Put. Semoga dilapangkan tempat untuk beliau di alam sana.