Jumat, 02 Desember 2011

Indonesia Book Fair Vs.Curhatku


Ah, pagi yang indah di Jumat ini. Melihat e-mail ada mail ini. Penawaran istimewa dari Femina (baca aja pengumuman di atas yah). Sebenarnya ingin sekali mengunjungi Indonesia Book Fair, walaupun hanya sekedar melihat-lihat saja. Namun aku  sedang tak menganggarkan untuk membeli  buku. Buku yang ada saja masih banyak yang belum dibaca. Alhamdullillah banyak mendapat buku-buku dari give away, diantaranya buku dari Pakdhe yang baru saja datang 2 hari yang lalu (terimakasih ya pakdhe). Sebagai seorang yang sedang belajar menulis, tentu saja harus diupayakan untuk dapat membaca buku sehingga kita bisa tahu karakter-karakter tulisan seorang penulis. Oya kado dari mbak Tarry berupa puzzle juga sudah sampai di rumah. Terimakasih mbak Tarry.

Tapi sebenarnya apakah yang menyebabkan Aku tak berniat mengunjungi Indonesia Book Fair kali ini? Benarkah itu karena Aku memang benar-benar sedang tak mau membeli buku? Kurasa tidak tuh, kebiasaan yang lalu-lalu adalah Aku tak peduli kapan saat yang tepat membeli buku. Jika sudah ada yang menarik minat akan dibeli saja, walaupun hal itu menyebabkan buku-buku menumpuk di rumah dan banyak yang belum dibaca sampai habis. Nah! kebetulan sekali minggu ini adalah minggu yang cukup sibuk di kantor sehingga Aku tak mempunyai kesempatan untuk beranjak sejenak ke Indonesia Book Fair. Tak apalah demi sebuah penghematan.

Penghematan, sebuah kata yang mudah untuk diucapkan namun sedikit sulit untuk dijalani. Apalagi seorang wanita belanja itu seperti refreshing saja. Iya ga seeh? Atau ini hanya Aku saja? Namun Aku tersentak dalam ceramah seorang ustadzah pada acara ceramah muslimah setiap Jumat, katanya," Setiap barang di rumah kita akan dimintai pertanggungjawabannya pada hari akhir nanti, benarkah barang itu kita gunakan atau itu hanya menjadi barang yang teronggok sia-sia di rumah kita". Aku juga pernah membaca di blog seorang sahabat bahwa setiap kita membeli baju baru maka pastikanlah kitapun telah mengeluarkan baju yang lain.

Lagi-lagi Aku tersentak dengan kejadian baru-baru ini, dimana ada seorang Ibu yang rumahnya kebakaran. Ibu tersebut memiliki kebiasaan untuk menjahit baju-baju baru. Aku sering melihatnya dengan baju-baju yang baru dalam jarak waktu antara menjahit baju baru yang satu dengan baju baru yang lain tak lama. Bukannya su'udzon namun hal itu seperti sudah hobi baginya. Dan entah mengapa suatu kali api pun menghabiskan bagian atas rumahnya dimana pada tempat tersebut diletakkan baju-bajunya. Sehingga bisa dipastikan bajunya habis dilalap api. Alhamdullillah bagian rumah yang lain tak ikut dilalap api, hanya bagian atas rumah beserta baju-baju saja.

So, dari kejadian itu apa yang bisa kita ambil. Yups, penghematan. Dalam arti jangan membeli sesuatu yang sebenarnya tak terlalu kita butuhkan, atau membuat sesuatu yang sebenarnya sudah menumpuk banyak di rumah kita, semisal menjahit pakaian. Kecuali jika kita akan mengeluarkan barang lama yang tak berguna lagi.

Yo wes!...itu aja deh teman. Semoga weekend mu menyenangkan. :)



















31 komentar:

edratna mengatakan...

Memang sebaiknya kita menggunakan barang seperlunya, mengambil makanan secukupnya, juga belanja sesuai kebutuhan (bukan keinginan). Tapi tetap saja sulit menahan diri jika ke toko buku...apalagi pameran buku yang harganya di diskon.

CHE SUSANTO mengatakan...

good posting. slm kenal

jiah al jafara mengatakan...

hemattt~kita harus hemat
yah beli yang perlu" aja mb' Pu...

mabrurisirampog mengatakan...

hemat pangkal kaya ya mbak :D

ya meskipun mampu, tetap saja kesederhanaan dan tidak boros itu tetap yang menjadi utama.

Della mengatakan...

Pu, kok kita ada ikatan batin, ya. Aku juga baru semalem bengong di depan rak buku, ini buku sebanyak ini, mau diapain ya? Hahahaha..
Kalau buku, tas, sepatu, aku nggak terlalu peduli. Tapi kalau buku.. waduh.. apalagi kalau diskon, hehe..
Makanya justru book fair malah nggak mau dateng, deh. Khawatir kalap, padahal belum tentu bukunya sesuai harapan ^__^
Sekarang aku malah udah ngurangin novel, banyakin buku-buku nonfiksi. Karena justru buku-buku begitu yang bagus, menambah info buat nulis. Kalau novel malah nggak terlalu ngaruh. IMHO, sih ^_^

bunda kanaya mengatakan...

saya juga dah ngebeeet banget pengen ke book fair tapi ternyata ada banyak skala prioritas yg lain nih...

umahnya fityanakifah mengatakan...

sy juga belum ke book fair sengaja memang krn anggaran beli buku sdh hbs bulan ini,hrs beli buku wajib dulu neh...
betul kita harus mengurangi barang yg sekiranya tdk terlalu perlu, semua ada pertanggungjawabannya

salam :)

kinanthi mengatakan...

kalau saya msih pada level: beli sesuatu karena kebutuhan dan kemampuan...semangat

Orin mengatakan...

Aku jd tambah ga mau ke book fair nih Bu, coz emang suka kalap belanja buku, tidaaaaak *lebay dot com*

meilya dwiyanti mengatakan...

ah, sama mbak Pu, saya juga lagi berhemat..

hiks,

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

kalo toh beli harus cepet2 dipakai ya. hehehe..

@yankmira mengatakan...

setuju deh mending berhemat, aku sendiri masih suka boros, masih suka gatel mata hehehee

puteriamirillis mengatakan...

@edratna:iya bu, sulit kalo sudah berhubungan dg buku.

puteriamirillis mengatakan...

@CHE SUSANTO:salam kenal kembali.

puteriamirillis mengatakan...

@jiah al jafara:betul jiaah...

puteriamirillis mengatakan...

@mabrurisirampog:betul banget itu brur.

puteriamirillis mengatakan...

@Della:iya banget deh, walo iyho , heheh...

puteriamirillis mengatakan...

@bunda kanaya:ho oh, sama mbak...

puteriamirillis mengatakan...

@umahnya fityanakifah:betul mbak, serem ya di kata pertanggungjawaban itu...

honeylizious mengatakan...

mari berburu giveaway :)

rusydi hikmawan mengatakan...

kalo saya paling gak bisa nahan diri kalo ke toko buku... apalagi pameran buku yang harganya didiskon. dan tentu tetap sebaiknya menggunakan barang seperlunya, belanja sesuai kebutuhan (bukan keinginan). jadi lebih hemat kan

rina s esaputra mengatakan...

Klo saya agak kapok ke indonesia book fair kalau diadainnya di gbk ..sumpek, pdat, atapnay rendah, penerangannya gak oke dsb berasa nggak nyaman klo bawa si kecil. kapan ya indonesia book fair diadain lagi di JCC...btw, betul belanja atau ke salon itu refresing lho...hehehe

ketty husnia mengatakan...

hihihi..saya pun suka beli buku (dulu) berhubung ga ada toko buku di kota maka suka tamak beli. Bacanya ga tau kapan yg penting dah punya..gitu mikirnya. tapi sejak punya anak ke2, mulai deh mengurangi beli2 yg ga perlu :D

Ejawantah's Blog mengatakan...

Seperti menahan gigitan nyamuk kalau melihat buku murah Mba. Cuma bisa gigit bibir saja.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog

NQ mengatakan...

hlo? kok zamma :D
sya juga rada ogah nih ke book fair, takut ga kuat nahan godaan :D
dan tadi malam, pas mau susun2 lemari, ponakan yg bantuin juga komplen: "capek niy biuda, bukunya banyak banget sih, udahlah ga usah dtaro di lemari. dikerdusin aja."
huaaaa .... takut dimakan ngengat klo buku dikerdusin hehehe

jadi semoga saya kuat hati tidak berangkat ke bookfair hari ini atau besok :P

dhenok habibie mengatakan...

jadi mbak Pu, kalo misalnya mbak Pu membeli buku baru, maka buku yang lama mbak Pu jadikan hadiah untuk giveaway aja.. hehe :D

Zulfadhli's Family mengatakan...

Buku2nya dikirimin ke Miri ajah Mbakyu, gw ikhlas nerimanya ko hihihi

NB: Hmmmm.....bener juga yah dengan membaca buku kita jadi tambah tau karakter2 tulisan seorng penulis. It means jadi tau juga tulisan seperti apa yang bagus. Hadooohhh, pantes ajah tulisan2 gw semuanya kacrut mode on wong udah jarang baca buku seh :-(

KAIFA mengatakan...

betul banget mba...setiap kita mendpt barang baru, alangkah baiknya kita berdoa agar brg tersebut benar2 bermanfaat dan dimanfaatkan oleh kita. salam buat sahabat semua dr rumah kaifa

kakaakin mengatakan...

Asagfirullah...
Jadi tersadar..
Semoga apa yang kita miliki bukan menjadi sebuah kesia-siaan, atau malah membantu dalam berbuat dosa... nauzubillah :(

catatan kecilku mengatakan...

Waduh.. terima kasih sekali sudah diingatkan. Aku harus mulai lebih berhati-hati dalam membeli sesuatu sekarang. :) Makasih ya...

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

dulu juga aku sempat langganan femina tapi udah gak lagi :) oenawarannya berlanjut terus kok sampai skr.