Selasa, 28 Mei 2013

Prompt #14: Salju

Gambar diambil dari Monday Flash Fiction

"Kak, kita main sky nanti siang ya"

"Ok dik, aku rindu suasana ini dik, Mount Everest selalu indah dengan saljunya"

"Aku akan minta bibi Liza untuk menyiapkan peralatan sky"

"Bibi Liza, bibi Liza"

"Ada apa ponakan-ponakanku tersayang. Bibi sedang membuat kue coklat dengan susu coklat hangat, sebentar ya sayang", teriak bibi Liza dari dapur.

"Iyaaa, biiiii, horeeee", sorak mereka berdua.

"Liburan sekolah selalu menyenangkan jika mengunjungi bibi Liza. Salju, kue dan susu coklat,hmmm..."

"Aduuuh, ponakan-ponakanku tolong bibi", teriak bibi Liza lagi beberapa menit kemudian lalu kemudian pingsan karena panik.

"Huaaa, kebakaran-kebakaran. Padamkan api. Ambil karung Lily", Vyn panik.

Karung-karung dimana kalian, Lily ikutan panik hingga menemukan karung di sudut dapur. Sementara Bibi masih pingsan.

"Hup, akhirnya api ini padam", seru Vyn lega setelah menutup api dengan karung basah.

"Bibi, bibi...bangun bi, apinya sudah mati", Lily mengguncangkan bahu bibi.

Bibi Liza pingsan hingga dua jam lamanya. Tak ada yang dilakukan Vyn dan Liza selain memandang bibi Liza dengan tatapan tak berona. Ketika bibi Liza mulai sadar ia bergeliat lemah.

"Api-api-api, sudah mati apinya ponakanku? Maafkan bibi selalu pingsan setiap melihat api besar. Pa---ni---k", kata bibi setelah sadar dengan suara lemah.

"Ini bibi minum air hangat dulu", kata Lily

Malam beranjak, mereka tak jadi main sky siang itu.

"Vyn, Lily ini sayang kuenya, sedikit hangus tapi masih enak", jawab bibi sambil mengambil kue di meja dapur.

"Mmmmh, enak bi, meski sedikit pahit tapi tetap enak kok bi", kata Vyn sambil melahap kue.

"Besok kita main sky ya bibi, ", kata Lily.

"Iya sayang, bibi siapkan dulu peralatannya ya", kata bibi.

Vyn menangis setiap melihat salju turun. Salju selalu mengingatkan Vyn pada bibi Liza yang mati setahun yang lalu karena mendapat serangan penembak api liar yang memburu kulit dan taringnya ketika main sky bersama Vyn dan Lily. Vyn masih menyimpan bulu bibi Liza dan taringnya masih diawetkan sampai saat ini. Bibi Liza mati setelah mengalami kepanikan luar biasa atas tembakan sembur api yang dilakukan penembak api liar.

Baca juga daftar isi

23 komentar:

RJ mengatakan...

Kok ceritanya kayak longkap2 gitu ya? Potongan yg satu dg yg lain rada jauh bgt. Hehe *Saya juga gak pandai2 amat bikin FF salam dan semangat!!!!

ronal mengatakan...

sepertinya ada kalimat yang hilang..or....biar ending tambah nampol :D

Ayu Citraningtias mengatakan...

Ada yang kurang lengkap sepertinya..
ada yg aneh juga, masak abis pingsan dengan mudah sekali sadarnya..

semangat mbak,, ayo bikin lagi :p

attarsandhismind mengatakan...

ayo...bikin lagi... :)

bianglalakata mengatakan...

1. Membuka cerita dengan dialog itu tantangan tersendiri. Di sini, dialog berhasil menggiring untuk terus membaca. :)

2. Ide cerita sebenarnya bagus. Sayang belum dieksekusi dengan halus. :)

3. Penulisan, ada yang mengganjal dalam kalimat langsung. Dan, setuju dengan komen ceritanya longkap. Seperti ada yang 'miss' dalam kedua cerita itu. Jadi, kesannya dipaksakan. :)

4. Diksi, lumayan. :)

5. Twist-nya dapet, sih, sebenarnya. Tapi, ya itu, kayak dipaksakan. :)

Salam.

Bunny Cat mengatakan...

sky maksudnya apa sih? main di langit?

Diah Kusumastuti mengatakan...

Maaf ya, Mbak.. coba kasih masukan :)
Yang pertama, tanda baca masih banyak yang salah (coba baca-baca di dokumen grup, ada kok yang membahas masalah ini).
Yang kedua, mereka makhluk apa, sih? Pas baca endingnya saya pikir binatang, tapi kok masak kue di dapur ya?
hihihi... saya juga masih belajar bikin FF kok, dan pengetahuan saya masih sangat terbatas :)

Diah Kusumastuti mengatakan...

Maaf ya, Mbak.. coba kasih masukan :)
Yang pertama, tanda baca masih banyak yang salah (coba baca-baca di dokumen grup, ada kok yang membahas masalah ini).
Yang kedua, mereka makhluk apa, sih? Pas baca endingnya saya pikir binatang, tapi kok masak kue di dapur ya?
hihihi... saya juga masih belajar bikin FF kok, dan pengetahuan saya masih sangat terbatas :)

puteriamirillis mengatakan...

@RJiya sdh coba diperbaiki ya...

puteriamirillis mengatakan...

@ronaliya nih harus berimajinasi lebih hehe...

puteriamirillis mengatakan...

@Ayu Citraningtiasiya mbak, aku coba benerin ya...

puteriamirillis mengatakan...

@attarsandhismindok...

puteriamirillis mengatakan...

@bianglalakataiya coba dibenerin ya...makasih masukannya ya...:)

puteriamirillis mengatakan...

@Bunny Catmain ski hehe...

puteriamirillis mengatakan...

@Diah Kusumastuticeritanya makhluknya bisa masak mbak, hehe...

KK mengatakan...

Hallo Mba Puteri, salam kenal :)
Saya dari RED Comm, digital agency di Jakarta. Pingin ngajak Mba untuk kerjasama nih :) Boleh minta emailnya kah Mba, biar bisa email-emailan dan aku beritahu lebih lengkap soal kerjasama ini? :)
Ditunggu kabarnya ya, Mba..
Terima kasih..

na' mengatakan...

masukan sudah banyak, ayo mari kita semangat ^_^

rinibee mengatakan...

Mba Puteri.. Ini cuma saran aja ya. Gimana kalau setting tulisannya jangan ke tengah semua? Supaya bacanya nggak pusing. Iya, ini memang subyektif ya? Hehe

Dan masukan untuk ceritanya hampir sama dengan yang lain. Tadi saya mau tanya bibi Liza ini siapa? Ternyata makhluk yang bisa memasak ya? :)

Jadi inget Narnia.. :D

hana sugiharti mengatakan...

hmmmm masih agak bingung menuju ending

Red Carra mengatakan...

Mmmmm oke. Jadi ini adalah sesosok "makhluk" berbulu, bertaring? bisa masak? bisa main ski?

Mbak, kayaknya jadi setengah setengah deh. Coba dibikin skalian makhluk aneh atau manusia aja. Soalnya dengan begini kita ga ada gambaran ini makhluk apa dan bagaimana. Jadi nanggung gitu deh ^_^

Keep writing!

kakaakin mengatakan...

Mbak Puuu, jangan dibikin center dong tulisannya. Jadi berasa kayak lagi baca puisi. Hehe...

Cara Mengobati Step Pada Anak mengatakan...

Meskipun ada yang kurang tapi jangan putus asa ya ?
Tetap semangat ,,,
Ayo bikin lagi yang lebih baik dari ini :)

Istiadzah Rohyati mengatakan...

Shownya ga dapet, nih, telling semua isinya.