Di saat kau marah,,,
maka yang ada di dalam hatiku adalah...
perasaan...
Aku menyesal kenapa harus membuat kau marah...
Aku menyesal kenapa aku tak berpikir dari mula bahwa
sebab itu menyebabkan kau marah...
Lain kali aku..
mencoba..
berpikir ulang..
sebelum aku berbuat...
Apalagi ...
marahmu adalah musibah bagiku...
Tapi...
mengapa aku selalu salah lagi, dan lagi,,,
namanya juga
manusia...
Aku bertekad lagi...
akan mencegah semua kemarahanmu,,,
dengan pikiranku sebelum ku berbuat salah...
(Puteri Amirillis, Januari 2011)
ShoutMix chat widget
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Other Post
- Blog Quiz : A Story Pudding For Wedding
- Aku Ingin Menjadi Pendampingmu (Part 3)
- Home Schooling 50% Untuk Umar
- Catatan Perjalanan Malam Ke Jayapura, Papua
- Di Balik Pembuatan "Aku Ingin Menjadi Pendampingmu"
- Amankanlah Keluarga Anda Dalam Berkendara
- Mengurangi BB???
- Jembatan Sungai Kahayan Palangkaraya
- Diklat Plus Jalan-Jalan di D.I Yogyakarta Plus Kopdar Dengan Phi
- Pu Sayang Papa
6 komentar:
Salut,...bagus dan penh makna. salam dari Pekalongan
@teguhsasmitosdp1:terimakasih atensinya pak,,
aduh...puisi begini rada susah ditebak..maksud dan tujuannya
sabar ya Put......
senyum aja diperbanyak , agar lebih lega .....
salam
@julicavero:trims responnya ya mas..
@bundadontworry:yes bundo..senyum itu memang melegakan^^
Posting Komentar