Selasa, 24 Januari 2012
Skizofrenia 2
Baca juga Skizofrenia 1
"Siapa kamu! siapa kamu!", aku tak sakit.
Ikatan itu tetap mengencang meski sudah didi katakan tidak. Didi terbelalak dalam ketakutan yang mengguncang jiwanya. Ah, apa ini? mengapa tiba-tiba gelap begini. Sebuah denyutan tusukan benda tajam di lengan kirim membuatnya tertidur. Namun tak pulas.
"Gila kamu Didi, kamu gila, kamu tidak waras!", makhluk menyeramkan itu muncul kembali.
Besar, tinggi, mencengkram, hitam, menyeramkan, semuanya. Pohon-pohon hitam, sungai menghitam, api yang yang menghitam, mengepul, jauh ke udara. Rumah-rumah tak berpenghuni, ada pun hanya sekelabat bayangan. Ini negeri gila. ini negeri sinting.
Didi melihat lorong kelabu, yang ditutupi sarang laba-laba. Ia harus keluar dari negeri ini. Sudah demikian tak suka dia disini. Bau anyir darah yang menjadi minuman bagi makhluk itu. Matanya yang hijau tapi dalamnya putih menyeramkan.
"Aku dimana ini?", Didi berkata pada dirinya sendiri.
Didi terus berjalan, menyusuri kuburan dengan pohon-pohon yang hanya menyisakan ranting. Dan apa itu di pojokan. Ah, Didi lari dan menjauh. Sosok di pojokan itu mengejar dengan langkah yang tak menyentuh, bumi? apakah ini bumi? atau negeri lain. di planet antah berantah yang entah.
Didi terus berlari, hingga nafasnya tersengal dengan paru-paru yang hampir pecah. Langkah kakinya memberat dan ia pun berbelok ke ruangan kusam yang sebenarnya tak ingin ia singgahi. Namun sosok di pojokan mengeluarkan suara menggelegar dan menggelegar. Ia haus, namun tak ada air. Dimanakah negeri ini. Mengapa air hanya berupa darah merah segar yang terlihat menghitam itu.
Didi menangis. Dimana mama, mamaaaaaa!!!!! suara teriakannya keras dan terdengar oleh sosok di pojokan yang berusaha mengejarnya. Sosok itu menemukannya. Mencengkeramnya dan menjilati tubuhnya, hendak memakannya dan kulit didi mengeluarkan darah segar yang dicari sosok itu. Darah manusia baru, darah manusia yang baru jatuh dari planet bernama bumi. Planet yang jauhnya bermilyar-milyar kilometer dari planet tempatnya berpijak.
Didi mengerang kesakitan. Darahnya mendidih. Rasanya seperti operasi tanpa bius. Sakit luar biasa, seperti ditikam, dihancurkan, dibanting dengan gada-gada. Dimatikan, kemudian dilempar jauh. Didi pun mati seketika.
Bersambung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Other Post
- Nikmat Allah Yang Mana Lagi Yang Kau Dustakan
- Read Aloud Challange untuk Gen Alpha
- Gunung Gamalama Ternate Meletus Vs. Teman Seperjuangan di Ternate
- (Bukan) Oh Mama Oh Papa
- Agar Tak Ada Lagi Kesendirian Di Dunia Ini
- Jilbab Putihku...
- The Fiction : No Heart (@break)
- Kegemaran Baru bikin Hampers Box Mukena Royale Premium
- Hujan-Hujanan, Ga Papa Kok, Asalkan....
- Cool and Smart = Konsisten
11 komentar:
makhluk hitam itu siapa???
genderuwoo kah???
yaaa...bersambung deh,padahal part 1 ajah belum sempat baca...
kyakny horor y mb,
*nutupmata*
Didi mengidap skizofren golongan halusinasi penglihatan...dia butuh terapi jiwa..heheh
katanya temanku dokter umum, penderita skizofrenia ini punya bau yang "khas" loh Pu... tapi aku nggak tau deh... belum pernah nyium orang skizofrenia soalnya.. hehehe..
@Lyliana Thia apa benar mba Thia?? bau yang seperti apakah itu? koq saya belum pernah baca..hanya taunya..org skizo biasanya penuh dengan halusinasi.
@ketty husniakayanya bau itu tercium krn mereka jarang mandi deh mbak...^^
@-kamaunya sih science thriller bukan horor *gaya ah
@Phuji Astuty Lipibener bgt puji
@jiah al jafaraentah jiah
@Atma Muthmainnasilahkan dibaca mbak
Posting Komentar