Selasa, 30 April 2013

Cagar Budaya Dan Sejarah Mesjid Raya Rao-Rao, Batu Sangkar, Sumatera Barat


 
Mesjid Raya Rao-Rao, Salah satu cagar budaya dan sejarah di Nagari Rao-Rao, Sumatera Barat
 Assalaamu'alaikum wr.wb

Kali ini saya ingin menampilkan wisata sumbar ke salah satu cagar budaya dan sejarah di Nagari Rao-Rao, Sumatera Barat yaitu Mesjid Raya Rao-Rao.  Mesjid ini terletak di Nagari Rao-Rao, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Batu Sangkar, Sumatera Barat. Mesjid yang dibangun pada tahun 1908 ini memiliki arsitektur yang unik karena memadukan arsitektur Persia dan Minangkabau.. Mesjid gaya persia memiliki ciri khas yaitu pilar batu bata, taman yang luas dan lengkungan yang disokong beberapa pilar.  Arsitektur Minangkabau pada bagonjong yaitu dari bentuk atap yang melengkung ke atas serupa gonjong (tanduk kerbau)




Mimbar Khotbah dengan arsitektur Persia berupa lengkungan yang disokong beberapa pilar
.
Bagonjong yang lebih jelas
Menara Mesjid dengan speaker untuk mengeraskan suara adzan
Pada bulan Ramadhan Akhir menjelang Syawal biasanya para perantau sudah pulang kampuang sehingga mesjid ini menjadi penuh dengan perantau yang akan sholat wajib berjamaah dan sholat tarawih pada malam hari. Yang menjadi faktor plus dari Mesjid Raya Rao-Rao adalah airnya melimpah dan kamar mandi yang banyak. Kita bisa puas mandi, buang air dan wudhu. Dapat dimengerti karena mesjid ini terletak di jalan raya menuju Bukittinggi jika kita beranjak dari arah Batu Sangkar, sehingga seringkali menjadi tempat singgah untuk menunaikan ibadah sholat atau hanya untuk ke kamar kecil. Mungkin ini juga yang menjadikan faktor plus sehingga mesjid raya Rao-Rao disebut sebagai cagar budaya dan sejarah.


Kamar mandinya banyak, bersih dan airnya melimpah

Sewaktu pulang kampung lebaran saya pun ikut sholat tarawih di masjid ini. Orang tua suami memang kelahiran Rao-Rao. Suasana mesjid di malam hari dengan anak-anak yang banyak sekali ikutan sholat dan mendengarkan ceramah menambah suasana khidmat Ramadhan. Mereka diberi tugas oleh guru untuk mencatat ceramah ramadhan. Jadi ingat masa saya SD juga demikian. Sayang saya tak sempat mengambil gambar mereka. Foto-foto di atas diambil oleh suami saya.

Sekian reportase singkat tentang cagar budaya dan sejarah Mesjid Raya Rao-Rao,
Batu Sangkar, Sumatera Barat.
Wassalam.


Baca juga daftar isi


18 komentar:

Bunda Kanaya mengatakan...

mesjid selalu jadi tempat favorit saya nih mbak, rasanya hati lebih adeeem kalau berlama-lama di sana

Anonim mengatakan...

Desainnya unik. Makasih udah sharing. Salam, ira.

www.keluargapelancong.net

Pakde Cholik mengatakan...

Wah cakep bener masjidnya
Semoga penduduknya memakmurkan masjid ini, khususnya waktu subuh.
Terima kasih reportasenya yang komplit dengan dukungan image yang ciamik.
Salam hangat dari Surabaya

Salam hangat dari Surabaya

Jay Boana mengatakan...

adem banget

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

ada kolamnya gitu ditengah ya mbak

HP Yitno mengatakan...

Bentuknya artistik sekali. Apalagi warnanya. Putih dipadukan dengan biru, kok bisa serasi ya.

catatan kecilku mengatakan...

Di kotaku juga ada cagar budaya yaitu Masjid Kuno Taman. Memang sih tidak sebesar dan sebagus Masjid Raya Rao-Rao.. tapi bagiku sama menariknya. :)

puteriamirillis mengatakan...

@Bunda Kanayaiya mbak,,,seneng di masjid...

puteriamirillis mengatakan...

@Anonimmakasih juga sudah mengunjungi ya ra...

puteriamirillis mengatakan...

@Pakde Cholikalhamdullillah pakdhe, iya semoga mesjid selalu makmur oleh orang2 yang mau beribadah

puteriamirillis mengatakan...

@Jay Boanaiya jay

puteriamirillis mengatakan...

@Lidya - Mama Cal-Viniya mbak,,itu saluran airnya

puteriamirillis mengatakan...

@HP Yitnoiya bentuk aslinya begitu yitno

a.e.zen mengatakan...

kok bisa terpengaruh budaya persia ya? kira-kira siapa yang mempengaruhi?

duniaely mengatakan...

bagus ya mbak mesjidnya :)

puteriamirillis mengatakan...

@a.e.zenmungkin karena masjid jaman lampau banyak yg mengikuti budaya persia zen

puteriamirillis mengatakan...

@duniaelyiya el...

puteriamirillis mengatakan...

@catatan kecilkuiya banyak ya cagar budaya mesjid mbak