Kamis, 18 April 2013

5 (Lima) Alasan Untuk Menunda Pekerjaan


Assalaamu’alaikum wr.wb


Hai ketemu lagi dengan teman-teman semua. Kali ini gue ingin mencoba bicara tentang Menunda Pekerjaan atau dalam ilmu psikologi dikenal sebagai Procrastination.  Sebenarnya apa sih Menunda Pekerjaan itu dan apakah selamanya menunda pekerjaan itu memiliki efek negatif???


Kalo bagi gue, menunda pekerjaan itu penting tapi ada saatnya pula menunda pekerjaan itu tak layak dilakukan. Kasus per kasus banget. Coba simak percakapan berikut ini:

Kasus 1

Gue: (menampakkan wajah murung dan tak bersemangat)

Elo: “woiiii…kenape lo??”

Gue: “Tau nih, hari ini tak terdefinisikan” (aha..minjem kata-kata Orin)

Elo: “Ya udahlah, tunda dulu kerjaan elo sejenak, ngapain dulu kek gitu”.

Gue: ”Udah gue bilang kalo hari ini tak terdefinisikan, jadi mo ngapain juga gue males…(sambil ngomel, dan tiduran di bantal kecil, lalu terlelap sedetik kemudian)

Elo: (dalam hati)”ok..ok…mending lo ga gue tegur ajaah”



Di saat lain



Kasus 2


Elo: “Widih, si Bos. Baru aja gue dikasi tugas A, eh ini tugas B udah dateng lagi…siap-siap aja gue nunggu kedatangan tugas C.

Gue: “Elo harus bisa tentukan prioritasnya. Kalo tugas B yang jadi prioritas maka tugas A harus elo tunda dulu ngerjainnya”.

Elo:”Prioritasnya ampir sama…mana dong yang harus gue dahulukan dan mana yang harus gue tunda??”

Gue: “Meneketehe…(sambil berlalu)”

Elo: “baiklaaah….”



Di abad (waaakakak) yang lain, masa depan….



Kasus 3


Elo: “Dua dan lebih pekerjaan sekaligus sudah bisa kita kerjakan berbarengan karena adanya teknologi baru abad ini, lalu masa iya menunda pekerjaan itu bisa dihilangkan…”

Gue:”Tapi stress manusia sulit dihilangkan karena itu manusiawi. Kita manusia bukan robot, terkadang menunda pekerjaan itu bukan masalah pekerjaan itu harus ditunda atau tidak, tapi masalah manusianya misal lagi cape…teknologi sehebat apapun tak bisa menghilangkan stress dari seorang manusia”

Elo: “Yoi…ya udah ke kantin dulu yuuuk”.

Gue: “OK…”

Kasus 4
Seorang anak 5 tahun yang seharusnya diberikan kebebasan bermain malahan diberikan PR oleh guru TK. Orang tua si murid mengganggap PR tak boleh dipaksakan bagi anak 5 tahun. Orangtua memberi kebebasan bagi anak untuk mengerjakan PR tanpa membuat anak stress. Menunda mengumpulkan PR tak masalah.


Kasus 5
Pegawai menunda pekerjaan karena melakukan hal lain, semisal browsing internet, padahal pekerjaan dead line. Pegawai ga peduli padahal bosnya udah mencak-mencak nunggu hasil pekerjaan segera.


Haah…sorry ya …this is in my humble opinion jadi jangan protes kalo gue ngarang-ngarang terlalu berlebihan.



Analisa Kasus 1



Kita adalah manusia. Kita diciptakan memiliki pikiran, emosi, dan gelombang-gelombang dalam diri kita sendiri. Dalam kasus pertama bisa dilihat bahwa Gue sedang tak bersemangat. Jangankan bekerja, wong istirahat aja dia males. Menjadilah hidupnya di hari itu tak terdefinisikan. Dia males melakukan semua hal. Nah, lebih baik jika kasusnya seperti itu Gue musti tidur dulu. Mengerjakan sesuatu hanya membuat Gue menjadi semakin stress dan hidupnya menjadi semakin kacau. Dalam Al Quran pun dijelaskan tentang tidur: “Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An-Naba: 9). So, tundalah pekerjaan saat kasus 1 mendera dan tidurlah.



Analisa Kasus 2



Untuk kasus 2 maka gue cuma bisa katakan tega banget deh bos nya, hehe.  Ups..eh nggak begitu. Kasus 2 sering banget terjadi pada kita manusia. Pekerjaan bisa datang bertubi-tubi, pada waktu yang bersamaan. Akhirnya kita bingung sendiri yang mana harus dikerjakan duluan.Dan akhirnya bingung. Sebenarnya ada cara sederhana menghalau hal tersebut yaitu dengan cara menyusun prioritas. Pekerjaan mana yang merupakan prioritas harus dikerjakan terlebih dahulu. Masalahnya terkadang kita ga memahami prioritas ini, seakan semua pekerjaan penting. Suka ga enak ama masing-masing pekerjaan. Tapi yakinlah jika sudah begitu maka kerjakanlah yang ingin elo kerjakan terlebih dahulu, ikuti kata hati aja.

Analisa Kasus 3

Kalo di kasus 3 malahan aneh. Ceritanya sudah masa depan, berpuluh tahun mendatang dan ceritanya sudah ada nih teknologi yang bisa meminimalisir manusia untuk menunda pekerjaan. Tapi manusianya malahan bertanya-tanya apakah mungkin menunda pekerjaan masih mungkin dilakukan. Menurut gue masih mungkin banget. Karena manusia ya tetap manusia. Teknologi secanggih apapun takkan mampu mencegah manusia dari sifat manusianya semisal lelah, mengantuk, capek, dll. Jadi mau sampai kapanpun itu menunda pekerjaan karena manusia cape, lelah akan tetap ada. 

Analisa Kasus 4

Dalam hal ini orangtua membebaskan anak menunda mengerjakan PR karena berpikiran anak 1-6 tahun menurut teori pendidikan seharusnya masa bermain. Jika dipaksakan pada anak padahal anak tak suka ini akan berbahaya bagi anak. Orangtua menunda pekerjaan bagi anak demi membangun mental yang baik bagi anak. Jadi dalam hal ini ada alasan khusus dalam menunda pekerjaan.

Analisa Kasus 5

Ini menunda pekerjaan yang haram dilakukan. Terutama di pekerjaan kita. Orang lain menunggu pekerjaan kita tapi kita tak peduli dengan hal itu. Woiii emang kantor milik nenek moyang elo. Segera kerja,,,,!!!

Nah itu aja opini gue, kalo ada yang mau ditambahkan silahkan aja yaaa...




24 komentar:

Evi Saja mengatakan...

Menunda pekerjaan itu asyik di depan tapi celaka dibelakang. seperti menggunakan narkoba Mbak, bikin ketagihan tapi nagih yang merusak. Makasih ya atas keikutsertaannya. :)

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

menunda itu enak ya mbak tapi biasanya aku suka keteteran setelahnya :) good luck ya mbak

Ummi Bindya mengatakan...

seringkali pekerjaan rumah sering ditunda, padahal udah tau akibatnya tapi tetep aja dilakonin he he..

lies hadie mengatakan...

kadang2 aku juga nunda kerjaan nih...wes ah..sekarang gak lagi...sukses ngontesnya yaa..

Lozz Akbar mengatakan...

eh lama nih gak dolak kesini..

sudah saya baca mbak Put. dan gak perlu ditunda-tunda lagi untuk dicatat sebagai peserta

terima kasih sudah menyemarakkan ya

Nchie Hanie mengatakan...

aku ga mau menunda-nunda pekerjaan Pu..
takut rempong sendiri ;p

Gen - Q mengatakan...

Alasan paling global.. males.. Kalau yang ini saya gak perlu alasan lain cuz males aja sudah tak terdefinisikan *mendadak suka sama kata2 ini ^^

puteriamirillis mengatakan...

@Evi Sajaiya harus ngerti batas2 penundaan ya un...

Rakyan Widhowati Tanjung mengatakan...

hehe, harus tetap bertanggung jawab yang penting dgn pekerjaannya :)
semangat ya mbak giveawaynya :)

puteriamirillis mengatakan...

@Lidya - Mama Cal-Viniya mbak...

puteriamirillis mengatakan...

@Ummi Bindyahehe..

puteriamirillis mengatakan...

@lies hadiewah mantap mba...

puteriamirillis mengatakan...

@Lozz Akbarwah om juri dah kemari,terimakasih ya om

puteriamirillis mengatakan...

@Nchie Hanieiya juga sih nchi..tapi...

puteriamirillis mengatakan...

@Gen - Qyup yup..

puteriamirillis mengatakan...

@Rakyan Widhowati Tanjungiya mbak, yg penting kerjaan beres,,,

duniaely mengatakan...

Good luck ya mbak buat GA nya :)

puteriamirillis mengatakan...

@duniaelymakasi ya supportnya ly

Damae mengatakan...

walahh, aku serasa tertampar, suka banget nunda2 kerjaan, hiihi

sukses GAnya mbak

Ririe Khayan mengatakan...

siaaap, saya segera bekerja kembal setelah mnuls komentar ini kok

#sukses ya utk GAnya:)

Meykkesantoso mengatakan...

iya ya mbak, setuju...menunda nunda pekerjaan juga semakin ditunda semakin berat mau memulainya...

salam kenal. aku juga mau ikut GA nya, sukses buat GA nya ya :)

puteriamirillis mengatakan...

@Damaehayo hayo

puteriamirillis mengatakan...

@Ririe Khayanok rie

puteriamirillis mengatakan...

@Meykkesantososama2 ya mbak