Minggu, 11 Februari 2024

Read Aloud Challange untuk Gen Alpha

Assalaamu'alaikum Apa kabar? Read aloud merupakan hal yang pengen sekali diterapkan rutin ke Ibrahim dan Jamil, anak ketiga dan keempatku. Membaca nyaring. Sebenernya aku sangat yakin jika read aloud ini baik untuk anak. Sudah diterapkan dulu ke Umar dan Azkiya. Setiap menjelang tidur selalu minta dibacakan cerita. Dan itu membuat mereka senang membaca, dan alhamdullillah bisa diarahkan untuk rutin membaca buku agama yang kami sebagai orang tua ingin mereka membacanya untuk pengetahuan dan bekal hidup mereka kelak, dan itu dilakukan rutin setiap habis sholat maghrib dan membaca Al Quran di waktu maghrib. Selain itu Azkiya juga suka membaca dan menulis. Ketika jaman pandemi kuikutin kursus one day to write, hasilnya ada beberapa cerpen dan novel indie yang dia hasilkan. Ada sesuatu yang unik ketika read aloud ini yang berarti membaca buku atau e-book diterapkan pada Ibrahim dan Jamil yang notabene anak generasi alpha yang sejak mereka lahir di dunia tahun 2016 dan 2017 internet itu sudah 4.0. Mengutip dari berbagai sumber, Generasi Alpha atau Gen Alfa atau biasa disebut juga Gen Alfa, merupakan masyarakat kelahiran 2010 hingga 2025. Baca selengkapnya di artikel "Apa Itu Gen Alpha dan Tahun Berapa Mereka Lahir?", https://tirto.id/gUeg. Bawaannya sukanya menonton bukan membaca.Sehingga ketika dibacakan buku suka ga konsen, salah fokus penangkapan (atau ini karena ku belum memberikan penjelasan detil terkait bukunya ya?, sehingga apa yang kubacakan pengertiannya berbeda di pikiran mereka, atau ini sebenernya oke aja?). Ditambah mereka pun mengalami jaman covid ketika usia 2 dan 3 tahun. Masa-masa lebih sering di rumah dibandingkan main diluar, sehingga mau ga mau sering menjelajah internet, walo dilarang tapi bawaaannya sudah gitu aja, sesuai jamannya. Tapi jaman covid sih ga ada hubungannya ya, sepertinya ini soal cara menangkap pesan saja. Atau ini sebenernya hanya karena perbedaan manusia? penangkapan manusia satu dengan manusia lain akan isi buku wajar saja berbeda ya. Hal yang harus ada untuk read aloud kemudian diaploud di sosial media adalah buku/e-book, kesiapan anaknya (penting anak untuk mau dan konsenterasi) karena jika anak ga mau dan konsenterasi read aloud-nya ga sukse, penting juga waktu kita sendri dan konsentrasi kita (jangan nyambi-nyambi), yang enak sih kalo ada yang merekam, sehingga kita bisa konsen ke read aloud-nya. Itu juga penting sih ya, jangan hanya asal mau read aloud tapi kita ga siap akan faktor-faktor yang menyebabkan read aloud sukses. Ada lagi permasalahan jika kita mau read aloud challange, ga hanya read aloud pribadi. Tentu harus dipersiapkan ketahan fisik dan mental anak untuk menjalani challange ya. Misal read aloud challenge yang pernah kuikuti adalah read aloud challange Darma Wanita Persatuan BPK RI yang mengadakan read aloud challange 21 hari. Nah kesiapan ortu, anak, dan lingkungan untuk 21 hari ke depan, walo boleh longkap hari sih, harus dipersiapkan. Minimal kita sebagai ortu berusaha relax. Platform medsosnya juga harus diperhatikan. Hashtag juga harus diperhatikan, batas waktu rekaman, syarat caption, dsb. Tapi yang pasti seru dan tantangan sih. Ada saat anak lagi sakit, tapi dia tetep semangat read aloud challenge meski agak lemes-lemes. Ada saat anak lagi ngantuk, ada saat anak lagi rewel, lagi marah2, dsb. Atau ada saat pengennya di kamar, atau ruang tamu, atau di luar. Belum lagi pesoalan baju yang dipake. Jangan sampe dikira panitia berulangkali rekaman di hari yang sama, hueuee. Aku terkadang bertanya-tanya juga sama teman-teman yang sudah rutin read aloud bagaimana mengatasi permasalahan di atas. Merekam dan mengaplod di sosmed yang terkadang bikin ribet sih ya, kalo membacakan aja kan oke ajah, masalahnya anaknya seneng kalo di aplod di sosmed, namanya anak generasi alpha ya kan. Bagaimana membuat gen alpha tertarik membaca buku salah satunya adalah dengan merekam dan diaplod di sosmed. Hmm...unik juga kan ya. Bagaimana dengan kamu? ada sesuatu yang unik ketika read aloud challenge untuk gen aplha? http://puteriamirillis.blogspot.com/p/daftar-isi.html

Senin, 22 Februari 2021

Tips Merawat Hobi Menjadi Rupiah : Canva Design Microblog

Assalaamu'alaikum 

Hai, teman-teman. Pu lagi ikutan IFS Indscript Creative nih. Itu loh, instagram for selling. Asyik juga ikutan kelas ini. Kita jadi tahu seluk beluk instagram mulai dari algoritma, hashtag hingga bagaimana membuat feed yang menarik. 

Hari ini kita belajar membuat microblog dengan menggunakan aplikasi Canva. Jadi di dalam microblog ini ada dua unsur. Yang pertama unsur tulisan, yang kedua unsur gambar. Gambar itu termasuk juga pilihan huruf, warna dan ornamen. Semua dibuat dengan imajinasi dan kreatifitas masing-masing ya. 

Cek it out:

Senin, 01 Februari 2021

Kegemaran Baru bikin Hampers Box Mukena Royale Premium

Assalaamu'alaikum 

Hai hai temans. Ketemu lagi dengan Pu ya. Seperti yang sudah Pu tulis di postingan sebelumnya kalo Pu sedang suka jualan ya. Nah selain jualan Pu juga lagi suka bikin hampers box mukena. Mukena Royale Premium, merk yang aku jual, dihias-hias supaya lebih terlihat cantik dan ciamik. Sebenarnya mudah saja membuatnya namun membutuhkan kesabaran dan kreativitas ya.

 

Jumat, 29 Januari 2021

Bismillah, Mulai Lagi Ah.

Assalamu'alaikum.
Apa kabar semua?
Masya Allah, sudah lama sekali ku ngga beresin blog. 

Sejak aktivitas bertambah jadi ga nulis-nulis blog deh. Padahal sudah kepengen banget. Emang PU sibuk apa sih? 

Ngga terlalu besar tapi banyak. 
Kerjaan, keluarga, kuliah, bisnis.

Menarik melakukan kegiatan itu. Membuat hidup ga monoton. Itu itu aja.

Namun harus tetap disiplin dan serius. Jika sudah memulai jangan mengakhiri. Yah meskipun saya sadar, banyak kegiatan yang terlantar juga. Termasuk kegiatan tulis menulis, yang akhirnya lebih sering untuk menulis iklan jualan. 

Manusia hanya punya dua tangan. Terkadang waktu 24 jam tidak selamanya bisa kita habiskan untuk melakukan semua. Justru inginnya ditambah.

Makanya bismillahirrahmanirrahim,, semoga bisa mulai nge blog lagi.

Wassalam
Pu

Jumat, 29 Mei 2020

Pembelajaran Jarak Jauh Karena Adanya Covid 19

Assalaamu'alaikum
Hai teman-teman semua, apa kabarnya nih???Whuaaa sudah lama sekali aku nggak update blog ini, 1000 tahun lamanya...
Sampe lupa gimana caranya nulis. Hehehe...Saking udah lamanya. Ga ada yang tahu kaan bahwa anak Pu udah empat. Jadi Pu agak-agak kerempongan gitu deh dengan aktivitas sehari-hari, ya kerja, ya urus anak, ya urus suami. Trus sejak bulan September 2019 yang lalu aku itu kuliah, ambil Magister Hukum di Fakultas Hukum UI di Salemba. Seneng aja bisa kuliah lagi, akhirnya setelah tahun 2005 Pu lulus kuliah di kampus yang sama.

Sedikit Perenungan Filsafat


1. Intro
Saya merasakan perang pemikiran yang luar biasa akan soal ini. Di satu sisi sebagai seorang Sarjana Hukum tentu saja pemikiran saya sangat positivis sekali, meskipun mungkin bisa saya atasi dengan pengetahuan saya soal filsafat hukum, yang kebetulan saya diberikan tugas makalah untuk membuat tema historical and antropological jurisprudence, dimana dalam pandangan secara umum adalah melihat sejarah perkembangan suatu masyarakat. Di sinilah seninya dalam memandang persoalan ini.
Saya pun juga mengawali pemikiran saya dengan bertanya kepada beberapa orang teman yang bukan Sarjana Hukum. Ada tanggapan dari dua orang teman, yang satu seorang dokter kecantikan, yang satu lagi seorang Ibu Rumah Tangga. Dan ternyata untuk persoalan kepercayaan ini mereka menanggapi dengan jawaban yang berbeda. Teman dokter mengatakan jika memang benar kepercayaannya ada dasarnya ya kenapa nggak. Asalkan bukan kepercayaannya yang tidak berdasar. Sedangkan teman yang seorang Ibu rumah tangga mengatakan bahwa terima saja aturan negara, walau tidak menjadi diri sendiri, kecuali kalau memang mau berusaha mendapatkan legitimasi.

Selasa, 07 Januari 2020

Foto-Foto Bareng Dosen dan Teman-Teman Magister Hukum Kenegaraan UI


Dengan Bapak Dr. Harsanto Nursadi, S.H., M.Si


Dinamika Partisipasi Masyarakat dan Peran Pers Dalam Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan


A. Latar Belakang Masalah
Komunikasi adalah modal kemanusiaan sejak zaman Nabi Adam AS.[1] Setiap manusia mempunyai mulut untuk berbicara, otak untuk berpikir dan hati untuk merasakan. Dikarenakan pikiran dan hati setiap manusia beragam maka terjadilah bermacam-macam pendapat, keinginan, dan tujuan-tujuan hidup. Hal tersebut adalah suatu hal yang lumrah dalam kehidupan umat manusia sebab tiada perbedaan menyebabkan kemanusiaan itu mati. Namun yang menjadi masalah justru apabila perbedaan itu menimbulkan perselisihan dan bahkan menimbulkan konflik. Apakah konflik adalah suatu kewajaran sebagaimana dinyatakan oleh Karl Marx[2] berabad yang lampau dalam teori konflik bahwa selama ada sekelompok manusia maka disitu akan muncul konflik? Sebuah pertanyaan yang sebenarnya tidak ingin mendapatkan jawaban “Ya,” namun kenyataannya itu yang terjadi di banyak kelompok manusia.

Pengaduan Konstitusional Pada Mahkamah Konstitusi


BAB I
PENDAHULUAN
A.          Latar Belakang
Demokrasi selalu menarik untuk dipebincangkan terutama pada saat sebuah negara sedang mengalami masa transisi menuju demokrasi yang  lebih sesuai dengan aspirasi seluruh rakyat Indonesia terutama setelah saya membuat tugas Ringkasan Dan Tanggapan Buku Hak Asasi Manusia Dalam Transisi Politik di Indonesia  mulai dipahami bahwa setiap negara yang telah melewati pemerintahan otoritarian dan memulai pemerintahan dengan sistem demokrasi akan melalui suatu fase transisi. Suatu fase yang sedang dilalui oleh Indonesia setelah reformasi. 

Pendidikan di Daerah Konflik dan Bencana


BAB I
PENDAHULUAN
A.          Latar Belakang
Pendidikan terutama di daerah rawan konflik dan rawan bencana selalu menjadi masalah pekerjaan rumah pemerintah yang tiada henti-hentinya. Letak geografis Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dan dikelilingi oleh lautan membuat negeri ini berpotensi dihantam banyak bencana alam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merekap data pristiwa bencana yang terjadi sepanjang bulan Januari sampai dengan bulan September tahun 2019 telah terjadi 2.829 kejadian bencana dengan 464 korban meninggal dan hilang, 1.826 korban luka, 5.075.783 mengungsi dan terdampak.[1] Sedangkan pada daerah rawan konflik seperti Aceh dan Papua yang memiliki luka masa lalu yang belum hilang menyisakan konflik berkepanjangan hingga saat ini. Seperti kejadian baru-baru ini di Wamena, hal-hal semacam itu berpengaruh besar pada keadaan psikologis masyarakat.[2] Menurut catatan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, dalam periode tahun 2001 warna kekerasan masih mengental di bumi Aceh, dan tercatat tidak kurang dari 2.325 kasus aksi kekerasan terhadap kemanusiaan telah terjadi. Kasus-kasus kekerasan yang dimaksud meliputi sekitar 1000 kasus pembunuhan, 683 kasus penyiksaan, 107 kasus penghilangan orang secara paksa, dan 535 kasus penangkapan dan penahanan secara sewenang-wenang.[3]

Makalah Kecil 1: Politik Hukum


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Demokrasi selalu menarik untuk diperbincangkan terutama pada saat sebuah negara sedang mengalami masa transisi menuju demokrasi yang  lebih sesuai dengan aspirasi seluruh rakyat Indonesia terutama setelah saya membuat tugas Ringkasan Dan Tanggapan Buku Hak Asasi Manusia Dalam Transisi Politik di Indonesia[1] mulai dipahami bahwa setiap negara yang telah melewati pemerintahan otoritarian dan memulai pemerintahan dengan sistem demokrasi akan melalui suatu fase transisi. Suatu fase yang sedang dilalui oleh Indonesia setelah reformasi. 

Ringkasan Dan Tanggapan Buku Hak Asasi Manusia Dalam Transisi Politik di Indonesia (halaman 97-246)


BAB II HAK ASASI MANUSIA DALAM TRANSISI POLITIK
B. Transisi Politik Menuju Demokrasi
1. Dari Otoritarianisme ke Demokrasi: Kemunculan Negara-Negara Demokrasi Baru
Semenjak tahun 1970-an, telah terdapat gelombang pasang yang nyata dari demokrasi-demokrasi baru yang masa lalunya bersifat otoriter dan totaliter. Dalam mendefinisikan suatu visi tentang masa depan bagi penduduknya, bagaimanapun mereka harus berekonsiliasi dengan warisan masa lalunya yang berupa pelanggaran-pelanggaran HAM yang ditinggalkan oleh rezim otoriternya yang baru berlalu. Menurut Samuel P. Huntington, dalam dua (hingga tiga) decade terakhir ini, kita melihat terjadinya revolusi politik yang luar biasa dimana transisi dari otoriarinisme menuju demokrasi telah terjadi di lebih 40 negara. Dalam beberapa kasus, termasuk di berbagai rezim militer, kelompok reformis menguat di dalam rezim otoriter dan mengambil inisiatif untuk mendorong transisi. Dalam kasus lainnya, transisi ini muncul dari negosiasi antara pemerintah dengan kelompok oposisi. Dan ada yang lahir dari digusurnya atau ambruknya rezim ototitarian. Dalam kasus yang sangat sedikit, ada intervensi Amerika Serikat dalam menjatuhkan kediktatoran dan menggantikannya dengan rezim yang dipilih rakyat.

Jumat, 26 Juli 2019

Akhirnya Ke Padang Lagi

Assalaamu'alaikum 
Hai apa kabar semua?
Sudah lama sekali Pu nggak  nge blog. Ya ampun.
Oya Pu baru dari Padang tanggal 10-13 Juli kemaren. Setelah dari tahun 2013 Pu ga pulang kampung. Sejak Pu keguguran, trus hamil dua kali, menyusui dua kali. Hehehe...
 
 
Nagari Kotolaweh, kampung Papa Pu




Ngarai Sianok

Mesjid Raya Sumatera Barat

Filosofinya bagus (Hiasan dinding di BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Barat)



Focus Grup Discussion di BPK Perwakilan Sumatera Barat



Pu ada tugas di Perwakilan Sumbar. Alhamdullillah sekalian bisa silaturahim dengan Mauwo.
Makan malam di Bebek Sawah Padang



Senin, 17 September 2018

Covert selling

Assalamu'alaikum.

Apa kabar teman?

Saya baru nulis lagi setelah bulan April 2018 terakhir nulis di blog ini. Yuk cus aja. Mau cerita aja kalo saya baru ikutan wag covert selling atau yang bahasa Indonesia nya artinya menjual secara terselubung.

Apa tuh ?

Saya juga nggak ngerti awal nya. Tapi berhubung saya lagi asyik suka nge reseller barang jadinya tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan penjualan.

Intinya yang saya tangkap adalah teknik covert selling ini sebagai strategi untuk menawarkan tanpa menawarkan, menjual tanpa menjual. Karena pada dasarnya manusia itu suka membeli tapi tidak suka dijuali.

Terutama ini untuk menjual melalui social media ya. Bener juga sih ya, males juga kan berteman di sosmed dengan orang yang selalu dan selalu nge tag untuk membeli produk dagangan dia. Akhirnya kalo sudah terlalu sering malah kita unfriend aja. Nah covert selling ini sebagai solusi. Bagaimana kita menjual tanpa menjual.

Segitu dulu ya. Nanti disambung lagi insyaallah.

Salam
Pu

Selasa, 24 April 2018

Hai Apa Kabar?

Assalamu'alaikum

Hai apa kabar? Sudah lama saya ga isi blog ini, sudah tebel banget debunya. Terakhir bulan Juni 2016 saya nulis blog ini, karena di tahun itu bulan Februari anak saya yang ketiga lahir, namanya Ibrahim. Sampai Ibrahim 4 bulan masih nulis, abis itu nggak. Ngga sempet, karena udah mulai masuk kerja juga.

Nah bulan September tahun itu saya mengandung lagi, anak keempat yang lahir bulan Juni 2017. Alhamdullillah, rejeki. Jadilah kami saat ini berenam berkeluarga. Saya, suami, Umar, Azkiya, Ibrahim, Jamil. Nanti-nanti saya ceritakan ya tentang empat anak ini.

Saya memang mau mulai rajin nih insya Allah nulis blog lagi, sebagai kenangan kalo nanti anak-anak liat pasti seneng. Saya juga pengen sih Umar dan Azkiya ikutan nulis blog, selama ini mereka sudah seneng liat vlogger.

Oke deh...ini masih pagi 4.30. Good morning ya. Semoga Allah memberkahi,aamiin.

Wassalam
Pu

Jumat, 06 Mei 2016

Alergi Tetap Berprestasi

Assalaamu'alaikum

Hai temans semua ketemu lagi dengan Pu. Setelah kemarin Pu posting artikel ini yang di akhir pembahasan ada tentang alergi. Nah kali ini Pu mau khusus bahas soal alergi. Sebelumnya kita lihat dulu video berikut ya.



Hmm...anak adalah berkah bagi orangtua. Namun ada kalanya anak terkena alergi. Alerginya bisa macam-macam diantaranya :

Kamis, 05 Mei 2016

Parenting Seminar "Siap Cerdaskan Si Kecil Sejak Dini" (bagian 2)

Assalaamu'alaikum

Hai teman-teman semua bertemu kembali dengan Pu! Apa kabar? Semoga sehat-sehat ya semuanya. O ya di postingan ini pu ceritain kan kalo morinaga mau mengadakan parenting seminar. Nah waktu itu Jakarta kebagian di Kokas alias Kota Kasablanka.

Rabu, 06 April 2016

TANDA-TANDA HARI KIAMAT YANG SUDAH TERJADI DAN TELAH BERLALU

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 27 Jumādal Akhir 1437 H / 05 April 2016 M
👤 Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
📘 Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
🔊 Halaqah 11 | Tanda-Tanda Hari Kiamat Yang Sudah Terjadi dan Telah Berlalu
⬇ Download audio: https://goo.gl/G1wiQ7
~~~~~~~~~~~~~~~


TANDA-TANDA HARI KIAMAT YANG SUDAH TERJADI DAN TELAH BERLALU
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين
Halaqah yang ke-11 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang "Tanda-Tanda Hari Kiamat Yang Sudah Terjadi dan Telah Berlalu".
Hari kiamat adalah hari akhir dunia ini.
Allāh Subhānahu wa ta'āla mengabarkan bahwa hari tersebut sudah dekat, yaitu apabila dibandingkan dengan umur dunia ini secara keseluruhan.
Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman :
ﺍﻗْﺘَﺮَﺏَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺣِﺴَﺎﺑُﻬُﻢْ ﻭَﻫُﻢْ ﻓِﻲ ﻏَﻔْﻠَﺔٍ ﻣُﻌْﺮِﺿُﻮﻥَ
"Telah dekat perhitungan bagi manusia, sedangkan mereka dalam keadaan lalai lagi berpaling."
(QS Al Anbiyā: 1)
◆ Tanda-tanda terjadinya hari kiamat sudah mulai bermunculan.
Allāh Subhānahu wa ta'āla  berfirman :
ﻓَﻬَﻞْ ﻳَﻨْﻈُﺮُﻭﻥَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔَ ﺃَﻥْ ﺗَﺄْﺗِﻴَﻬُﻢْ ﺑَﻐْﺘَﺔً ۖ ﻓَﻘَﺪْ ﺟَﺎﺀَ ﺃَﺷْﺮَﺍﻃُﻬَﺎ ۚ
"Maka mereka tidaklah menunggu kecuali hari kiamat yang akan datang dengan tiba-tiba maka sungguh telah datang tanda-tandanya."
(QS Muhammad: 18)
Diantara tanda-tanda hari kiamat yang sudah terjadi dan telah berlalu adalah:
• ⑴ DIUTUSNYA NABI KITA MUHAMMAD SHALLALLĀHU 'ALYHI WA SALLAM
Beliau Shallallāhu 'alyhi wa sallam pernah bersabda :
ﺑُﻌِﺜْﺖُ ﺃَﻧَﺎ ﻭَﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔُ ﻛَﻬَﺎﺗَﻴْﻦِ
"Diutusnya aku dan bangkitnya hari kiamat adalah seperti 2 jari ini (yaitu jari tengah dan jari telunjuk)."
(HR Bukhari dan Muslim)
Dan diantara tanda-tanda hari kiamat yang sudah terjadi dan telah berlalu adalah:
• ⑵ TERBELAHNYA BULAN
Allāh Subhānahu wa ta'āla berfirman :
اقْتَرَبَتِ السَّاعَة وانْشَقَّ الْقَمَرُ
"Telah dekat hari kiamat dan telah terbelah bulan."
(QS Al Qamar: 1)
Dan telah terbelah bulan menjadi dua di zaman Rasūlullāh Shallallāhu 'alyhi wa sallam ketika orang-orang musyrikin di awal dakwah beliau meminta bukti kerasulan Beliau Shallallāhu 'alyhi wa sallam.
Kemudian beliau Shallallāhu 'alyhi wa sallam mengatakan kepada mereka: 
'Lihatlah...lihatlah...'."
(HR Muslim)
Dua tanda di atas sudah terjadi kurang lebih 1400 tahun yang lalu, tentunya semakin dekatnya hari kiamat hendaklah membuat seorang Muslim segera sadar dari kelalaian dia selama ini.
Itulah yang bisa kita sampaikan dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
Saudaramu, 'Abdullāh Roy
✒Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
___________________________
http://puteriamirillis.blogspot.com/p/daftar-isi.html

Selasa, 05 April 2016

Larangan Menjadi Hamba Dunia

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 26 Jumādal Akhir 1437H / 04 April 2016M
👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
📗 Kitābul Jāmi' | Bab Az-Zuhd Wal Wara'
🔊 Hadits 02 | Larangan Menjadi Hamba Dunia
⬇ Download Audio: https://goo.gl/jXzejb
~~~~~~~~~
LARANGAN MENJADI HAMBA DUNIA
بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
Kita lanjutkan hadits yang ke-2 dari Bāb Az Zuhd wal Wara'.
وَعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : "تَعِـسَ عَـبْدُ الدِّيْنَارِ وَالدِّرْهَـمِ وَالْقَطِـيْفَةِ، إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ." أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ.
Dari Abū Hurairah Radhiyallāhu 'anhu ia berkata: Rasūlullāh Sallallāhu 'Alayhi Wasallam bersabda:
“Celaka budak dinar dan budak dirham, dan budak kain qathīfah. Kalau diberikan dunia tersebut (entah dinar, dirham atau kain yang lembut tersebut) dia senang dan kalau tidak mendapatkan dunia tersebut diapun tidak rela (marah)."
(HR Bukhāri)
⇒ Qathīfah adalah kain yang lembut/halus, seperti kain yang terbuat dari sutra dan ada beludrunya atau semisalnya.
Para Ikhwān dan Akhwat yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Ini adalah ungkapan yang sangat indah dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Nabi memberitahukan kepada kita bahwasannya ternyata diantara hamba-hamba Allāh ada yang disebut/dinamakan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan nama:
• Hamba dinar
• Hamba dirham
• Hamba al qathīfah (hamba yang pekerjaannya hanya mencari kain yang indah)
Dan kenapa dinamakan "hamba"?
Karena benar-benar kehidupan mereka demi dinar dan dirham. Benar-benar tujuan kehidupan mereka adalah untuk mencari dunia semata.
Dan orang seperti ini disebut oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan تَعِـسَ (celaka).
Kenapa ? Karena dia bodoh.
Kehidupan dia ujungnya hanya ingin mencari dunia. Dia lupa bahwasannya dunia hanya sementara dan ada kehidupan yang abadi di akhirat kelak.
Kenapa dinamakan dengan "hamba"? Karena benar-benar dia penyembah harta, harta yang mengaturnya.
Dia menyangka tatkala mengumpulkan harta, dia akan menguasai dan mengatur harta tersebut.
Namun pada hakikatnya, sewaktu mengumpulkan harta tersebut dia sebenarnya sedang menyembah harta.
Kenapa ? Karena harta yang mengatur kehidupannya.
Kalau harta mengatakan:
"Kau ingin meraihku, dengan meninggalkan shalāt."
⇒ Maka dia akan meninggalkan shalat.
"Kau bisa meraihku jika dengan durhaka kepada orangtua."
⇒ Maka dia akan durhaka kepada orangtua.
"Kau bisa mendapatkan aku jika kau memutuskan tali silaturahmi atau bermusuhan dengan shahābatmu."
⇒ Maka dia akan lakukan.
Dan ini adalah para penyembah harta.
Dan orang-orang seperti ini rela untuk:
• Ribut dengan orangtua dan teman
• Meninggalkan shalāt
• Berbuat zhalim
Demi untuk mendapatkan secercah dinar dan dirham.
Oleh karenanya, orang seperti ini kehidupannya diatur oleh harta.
Kalau harta mengatakan: "Tunda shalāt !", maka dia akan tunda shalāt
⇒ Dengan demikian berarti:
⑴ Dia penyembah dinar bukan penyembah Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
⑵ Dia menyangka menguasai dinar padahal dinar yang menguasainya.
⑶ Kehidupan dia orientasinya hanyalah dunia.
فَإِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ
"Kalau dia diberi harta dia senang."
⇒ Karena itulah yang dia cari.
وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ
"Kalau tidak mendapat harta (sementara sudah kecapekan mencari harta) maka dia marah."
⇒ Karena orientasinya adalah dunia.
Dan ini sama seperti sifat orang-orang Munāfiq yang Allāh sebutkan dalam surat At Taubah.
Kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:
وَمِنْهُمْ مَنْيَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْهَا رَضُوا وَإِنْ لَمْ يُعْطَوْا مِنْهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ
"Diantara mereka ada yang mencela engkau (wahai Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam) tatkala engkau membagi-bagikan harta sedekah (zakat).
Kalau mereka diberi (melihat dari) harta tersebut mereka senang (gembira). Dan jika mereka tidak diberi dari harta tersebut mereka pun marah."
(QS At Taubah: 58)
Orang-orang Munāfiq, mereka mencela Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam pembagian harta.
Mereka mencela Nabi bukan karena mereka memiliki ide yang lebih bagus dalam masalah pembagian (distribusi), bukan.
Seseorang mungkin memiliki distribusi yang jelek sehingga dikatakan, "Bukan begitu caranya, namun ada cara yang lebih baik."
Sehingga mungkin wajar jika ada celaan tersebut.
Akan tetapi, ternyata orang-orang Munāfiq mencela Nabi bukan karena cara distribusi yang keliru, tetapi karena mereka tidak dapat bagian.
⇒ Marahnya mereka karena tidak dapat bagian.
Dan ini terkadang dilakukan oleh sebagian orang.
Mereka menampakkan kemarahan (pencelaan) seakan akan karena Allāh, tetapi ternyata bukan, melainkan karena mereka tidak dapat bagian.
Oleh karenanya, seseorang hendaknya menjauhkan diri dari sifat-sifat munafik dan berusaha untuk beramal yang orientasinya bukan dunia tetapi karena Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Bahkan sebagian ulama seperti Syaikh 'Ali Bassam rahimahullāh menyebutkan:
◆ Jika seorang, misalnya bekerja dalam kegiatan agama,
⇒ Mungkin dia sebagai ustadz, muadzdzin, pengajar TPA, penulis buku-buku agama, berdakwah, tugas agama apa saja.
Dan dia mendapat upah/gaji, kalau dia menjadikan upah/gaji ini sebagai tujuan utamanya (mengumpulkan harta dengan wasilah agama), maka ini sangat tercela.
Sesungguhnya dia adalah hamba dinar dan hamba dirham.
◆ Akan tetapi jika dia menerima upah tersebut dari kegiatan agama yang dia kerjakan dan hanya sebagai sarana agar dia bisa:
• Terus beribadah kepada Allāh
• Memenuhi kebutuhan anak & istrinya dalam rangka menjalankan ibadah kepada Allãh
Maka ini in syā Allāh  sama sekali tidak tercela, niatnya tulus.
Ingat, asal niatnya harus disambung, jangan berhenti kepada hanya ingin memiliki dunia, tidak.
Tetapi niatnya harus bersambung sehingga dunia tersebut hanyalah sebagai sarana untuk:
✓ Bisa terus beribadah kepada Allāh
✓ Menjalankan kewajiban-kewajiban sebagai hamba di atas muka bumi ini.
Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjadikan kita hamba Allāh yang hakiki, bukan menjadi hamba dinar, hamba dirham, hamba dollar, hamba rupiah atau hamba dunia-dunia yang lainnya.
والله تعالى أعلم بالصواب
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
_____________________________
📦Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004
📮Saran Dan Kritik
Untuk pengembangan dakwah group Bimbingan Islam silahkan dikirim melalui
SaranKritik@bimbinganislam.com